Info Kapal

Ridwan Garcia blog

Ship Safety Orientation

The Ship Security Alert System (SSAS) is part of the ISPS code dan merupakan sistem yang memberikan kontribusi terhadap upaya dari pada (IMO) Maritim Internasional Organization,  untuk memperkuat keamanan juga melindungi dunia  maritim dan menekan aksi terorisme dan pembajakan terhadap kapal kapal di tengah   laut.

untuk menangkal segala bentuk kejahatan kapal di tengah laut IMO telah membuat system pelaporan darurat bahaya bagi kapal kapal, system ini adalah joint project antara Cospas-Sarsat dan IMO. untuk mencega kasus-kasus pembajakan yg sering di lakukan para perompak di laut atau upaya terorisme menyerang kapal kapal yg sdg berlayar, jika kapal  mengalami hal hal yg sangat membahayakan crew dan kapal maka  SSAS beacon can be activated, dan pasukan penegak hukum atau militer yang terdekat dari lokasi kapal yg dalam bahaya dapat dgn tepat  dikirim dgn segera mungkin,  beacon SSAS dapat  beroperasi malalui signal yg di pancarkan dari kapal yg dalam bahaya dengan prinsip yang mirip dengan the aircraft transponder emergency code 7700. Ketika peringatan SSAS itu di pancarkan maka signal itu akan di tangkap oleh stasiun stasiun pemancar lainnya melaui via satelit cospas  sarsat.  Pusat-pusat Koordinasi Rescue “the Rescue Coordination Centres (RCCs) or SAR Points of Contact (SPOCs)  ini akan memancarkan signal ke seluruh negara anggota atau negara yg mempunyai beacon transmisi dan berita bahaya ini akan di terima oleh  otoritas keselamatan yg di kirim secara rahasia. dgn ada pemberitahuan dari kapal maka dapat di lakukan pengirimkan pasukan yang tepat untuk menangani ancaman teroris atau bajak laut.

Baca selebihnya »

Juni 1, 2012 Posted by | ISPS | , | Tinggalkan sebuah Komentar

Sekilas tentang IMSO

Posted by Capt. Hadi Supriyono, MM, M.Mar
INTERNATIONAL MOBILE SATELLITE ORGANIZATION
(IMSO)

  1. 1.     International Mobile Satellite Organization (IMSO), adalah organisasi Internasional antar-pemerintah yang dibentuk untuk mengawasi layanan-layanan komunikasi melalui satelit yang berhubungan dengan keselamatan dan keamanan publik yang disediakan oleh satelit-satelit INMARSAT. Berkantor pusat di London (U.K). Indonesia telah menjadi anggota IMSO sejak tahun 1986. Saat ini anggota IMSO ada 92 negara.
  2.    Sebelumnya, IMSO bernama INMARSAT (International Maritime Satellite Organization) yang didirikan pada tahun 1979, yang menitik-beratkan pada penyediaan layanan satelit untuk public dalam dinas maritim (komunikasi maritim). Selanjutnya, karena layanan yang diberikan tidak hanya dalam dinas maritim tetapi termasuk komunikasi untuk keselamatan penerbangan, maka dirobah namanya menjadi IMSO, tetapi masih menggunakan akronim INMARSAT.
  3. Baca selebihnya »

Mei 8, 2012 Posted by | hukum international | Tinggalkan sebuah Komentar

Anchor Handling

Salam persahabatan buat semua pelaut. di dunia. terima kasi sudah mau mengujungi situs pribadiku. hari ini aku mau menulis tentang anchor handling. para pelaut banyak yg ingin bekerja di kapal ini, tapi pengetahuan tenang anchor handling banyak yg belum tahu bagaimana cara kerja kapal kapal di offshore. inti dari pekerjaan sebenar sama saja jika kita melakukan dgn hati yg senang hasilnya pun akan luar biasa. kembali ke pokok persaoalan. sebelum kapal kita bergerak kewajiban kita harus memastikan kapal kita laik laut. perhitungan GM dan stabilitas adalah langkah awal dari keberhasilan kerja kita. karena cuaca yg buruk dapat membahayakan kapal. jadi pastikan kapal dalam stabilitas yg baik. semua perwira kapal harus memahami panduan panduan yg standart. dan check list harus di isi dgn benar. agar bisa menekan kesalahan kesalahan sekecil mungkin.

Baca selebihnya »

April 15, 2012 Posted by | ship handling | 5 Komentar

Reading the Nautical Chart

Membaca sebuah peta secara baik harus dapat di laku oleh setiap perwira di atas kapal, pemahaman tentang peta adalah modal dasar seorang navigator maka dari itu setiap perwira kapal harus mengetahui cara membaca simbol-simbol grafik yang menunjukkan garis alur pelayaran, kedalaman air, pelampung dan lampu, landmark, rambu rambu, dan informasi penting lainnya yang akan memastikan perjalanan yang aman.

informasi umum grafik menunjukkan judul grafik, biasanya nama air dilayari di daerah tersebut, jenis proyeksi dan unit pengukuran (1:40,000, Soundings di Kaki). Jika unit pengukuran adalah depa, satu depa sama dengan enam kaki.

informasi umum memberi arti singkatan yang digunakan pada grafik, catatan perhatian khusus, dan daerah pelabuhan  serta referensi yg memberikan informasi penting tentang alur pelayaran Anda yg mungkin tidak ditemukan di tempat lain pada tabel.

bautlah catatat khusus tambahan yg anda tulis di kertas terpisah agar memudahkan anda mengingat point point yg penting.

pada umum hal hal yg biasa di perhatikan pada sebuah peta.

Baca selebihnya »

Maret 27, 2012 Posted by | NAVIGASI | , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar

CONTAINER DAN CONTAINERIZATION

Kapal peti kemas (Inggris: containership atau celullarship) adalah kapal yang khusus digunakan untuk mengangkut peti kemas yang standar. Memiliki rongga (cells) untuk menyimpan peti kemas ukuran standar. Peti kemas diangkat ke atas kapal di terminal peti kemasdengan menggunakan kran/derek khusus yang dapat dilakukan dengan cepat, baik derek-derek yang berada di dermaga, maupun derek yang berada di kapal itu sendiri.

Container (Peti Kemas) digunakan untuk memungkinkan penyimpanan dan pengangkutan barang, untuk melindungi dan memelihara (menyimpan lama) serta untuk menjamin agar pendistribusiannya dapat berjalan secara efisien. Minuman dalam botol, buah-buahan dalan kaleng adalah contoh sederhana namun yang paling sempurna, karena hasil produksi dari produsen dapat langsung tiba di (mulut) konsumen. Karena hal ini lebih jauh dari sekedar “ from door to door service”. Hakikat dari tujuan containerisation (per-petikemasanan) kini adalah peningkatan dan pengembangan pengangkutan barang sehingga tercipta iklim “from door to door service yang murni”. Pengembangan dari sekedar “botol” dan “kaleng” tadi dalam dunia perdagangan (dan pengangkutan inclusip pengepakannya) akhirnya menjadi “phisical capsules” (tabung fisik), yang terbuat dari baja, alumunium, plastik ataupun kayu untuk penempatan sejumlah besar jenis-jenis barang guna pengapalan. Selanjutnya “tabung besar” tadi yang biasanya terbuat dari metal, diberi pintu dan tempat atau sasaran pengangkutan khusus. Pada tanggal 14 Desember 1956, komisi ekonomi dari PBB (untuk eropa) mendefinnsikan kontainer (peti kemas) sebagai “alat pengangkutan” dengan karakteristik yang akan ditentukan oleh ISO (International Standart Organization). Pada Pebruari 1968, ISO mengeluarkan definisi sebagai berikut :

Baca selebihnya »

Maret 3, 2012 Posted by | kontener | , | Tinggalkan sebuah Komentar

“IMO: One hundred years after the Titanic”

 Posted by Capt. Hadi Supriyono, MM, M.Mar

Bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menhargai para pahlawannya”. Kata-kata mutiara itu yang selalu penulis ingat sejak pertama penulis menginjak kelas I Sekolah Dasar, yang tertulis besar di dinding kayu sekolah kami di SD Negeri Jambon, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Pahlawan bisa saja mereka yang dahulu berjuang, atau mereka yang menjadi korban dan berjuang melawan maut untuk sesuatu yang berharga bagi orang lain atau berjuang melawan maut atas sesuatu ketidak-benaran yang menimpa dirinya. Baik itu untuk bangsa dan tanah airnya, maupun mereka yang berjuang demi keselamatan jiwa manusia secara global.

Februari 10, 2012 Posted by | kapalku | Tinggalkan sebuah Komentar

Partisipasi IMO di Confernce Of the Parties dari pada UNFCCC (COP 17/CMP 7)

IMO di COP 17 dan Partisipasi Indonesia dalam upaya mengurangi pengaruh Green-House Gas Emission

 Posted by Capt. Hadi Supriyono, MM, M.Mar

Dalam upaya mencapai misinya – safe, secure and efficient shipping on clean oceans (pelayaran yang selamat, aman dan efisien di samudera yang bersih)
- IMO senantiasa bekerja keras dan secara konsisten mengembangkan suatu rezim peraturan yang komprehensif (menyeluruh) yang bertujuan melindungi dan melestarikan dengan cara yang efektif baik terhadap lingkungan laut maupun atmosfer udara dari polusi yang ditimbulkan oleh beroperasinya kapal-kapal laut.
Hasil sidang MEPC 62 pada bulan Juli 2011, langkah-langkah wajib untuk mengurangi pengaruh gas rumah kaca (GRK) dari pelayaran internasional yang diadopsi oleh Negara-negara Pihak MARPOL Annex VI, adalah yang pertama mewakili rezim yang mewajibkan pengurangan Karbon-dioksida (CO2) secara global untuk sektor industri internasional. Amandemen MARPOL Annex VI – Peraturan untuk mencegah Baca selebihnya »

Februari 10, 2012 Posted by | kapalku | Tinggalkan sebuah Komentar

Forum Regional tentang Keselamatan Ferry Domestik, Bali, Indonesia 6 dan 7 Desember 2011

Posted by Capt. Hadi Supriyono, MM, M.Mar

Pada tanggal 6 dan 7 Desember 2011 yang lalu, Indonesia telah melakukan kegiatan besar bertaraf internasional dalam upaya meningkatkan keselamatan pelayaran, khususnya dalam hal keselamatan pengoperasian kapal-kapal ferry yang dioperasikan secara domestik, yaitu bekerja sama dengan Technical Co-operation Division IMO, menyelenggarakan seminar/workshop tentang keselamatan ferry domestik untuk wilayah Asia-Pasifik.

Februari 10, 2012 Posted by | kapalku | 2 Komentar

Bunkering procedure

Bunkering procedure

Sebagai awak kapal, khususnya orang mesin harus memahami system dari bunkering procedure, aku orang deck tapi tak ada salahnya juga aku bahas tentang bunkering procedure
aktual dan rincian praktis dari proses pengisian bahan bakar minyak. Semua jenis kapa membutuhan bahan bakar minyak,(FO, Lube oil dll )dan oleh karena itu adalah sangat penting bagi setiap awak kapal untuk memahami proses pengisian bahan bakar yg sebenarnya.

Pra-persiapan pengisian bahan bakar.

Aspek yang paling penting dari operasi pengisian bahan bakar adalah “daftar”, yang merupakan bagian dari safety management system (SMS) dan ISM, untuk menghilangkan kemungkinan kesalahan dan kelalaian human error dan lainnya. pra-pengisian bahan bakar harus diikuti oleh Chief Engineer (C / E), sesuai check list pre bunkering procedure. Chief engineer adalah orang yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan pengoperasian pengisian bahan bakar. Sebelum pengisian bahan bakar, biasanya masinis 3 atau 4 akan, mengambil “Soundings” dari tangki ke tangki bahan bakar dan di hitung volume bahan bakar minyak yg tersedia di setiap tangki bahan bakar minyak kapal. Kemudian Bunker-direncana dibuat perencanaan yg mau di distribusikan dari jumlah total minyak yg akan di terima untuk setiap tangki..

Baca selebihnya »

November 26, 2011 Posted by | arsip lama | Tinggalkan sebuah Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 68 pengikut lainnya.