Info Kapal

Ridwan Garcia blog

Jenis Jenis Awan

Perubahan cuaca bisa dengan sangat cepat terjadi, tugas kita sebagi seorang pelaut, harus memperhatikan dan mengenali setiap perubahan tersebut. baik buruknya cuaca akan sangat mempengaruhi perjalanan pelayaran kita. berita berita cuaca harus terus kita monitor agar mendapatkan berita yg up to date. dari informasi elektronik. tapi sebagai pelaut yg kesehariannya hidup di atas laut, kita tidak harus mengandalkan informasi media electronik saja, dgn mengenali kebiasan prilaku cuaca dgn mata telanjang dan feeling dari pengalaman kita kita bisa memprediksi gejala gejala cuaca di sekita kita. dengan mengamati awan kita bisa tahu bagaimana cuaca hari ini. dgn itu kita harus pahami betul sifat sifat dari awan tersebut.

Pembentukan Awan

Udara selalu mengandung uap air. Apabila uap air ini meluap menjadi titik-titik air, maka terbentuklah awan. Penguapan ini bisa terjadi dengan dua cara:

  1. Apabila udara panas, lebih banyak uap terkandung di dalam udara karena air lebih cepat menyengat. Udara panas yang sarat dengan air ini akan naik tinggi, hingga tiba di satu lapisan dengan suhu yang lebih rendah, uap itu akan mencair dan terbentuklah awan, molekul-molekul titik air yang tak terhingga banyaknya.
  2. Suhu udara tidak berubah, tetapi keadaan atmosfir lembap. Udara makin lama akan menjadi semakin tepu dengan uap air.

Apabila awan telah terbentuk, titik-titik air dalam awan akan menjadi semakin besar dan awan itu akan menjadi semakin berat, dan perlahan-lahan daya tarik bumi menariknya ke bawah. Hingga sampai satu titik dimana titik-titik air itu akan terus jatuh ke bawah dan turunlah hujan

Jika titik-titik air tersebut bertemu udara panas, titik-titik itu akan menguap dan awan menghilang. Inilah yang menyebabkan itu awan selalu berubah-ubah bentuknya. Air yang terkandung di dalam awan silih berganti menguap dan mencair. Inilah juga yang menyebabkan kadang-kadang ada awan yang tidak membawa hujan

Awan tinggi

Bentuk awan tinggi antara 10.000 dan 25.000 kaki (3.000 dan 8.000 m) di daerah kutub , 16.500 dan 40.000 kaki (5.000 dan 12.000 m) di daerah beriklim sedang dan 20.000 dan 60.000 kaki (6.000 dan 18.000 m) di daerah tropis

Awan tengah

Awan Tengah cenderung terbentuk pada 6.500 kaki (2.000 m), tetapi dapat terbentuk pada ketinggian sampai 13.000 kaki (4.000 m), 23.000 kaki (7.000 m) atau 25.000 kaki (8.000 m), tergantung pada daerah. Umumnya lebih hangat iklim, semakin tinggi dasar awan. Nimbostratus awan kadang-kadang disertakan dengan awan menengah. [2] The World Meterological Organisasi mengklasifikasikan Nimbostratus sebagai awan menengah yang dapat mengentalkan ke dalam rentang ketinggian rendah selama hujan

Awan rendah

Ini ditemukan dari dekat permukaan hingga 6.500 kaki (2.000 m) dan termasuk Stratus genus. Ketika awan Stratus kontak dengan tanah, mereka disebut kabut , meskipun tidak semua bentuk kabut dari Stratus

Awan rendah tengah

Awan ini dapat didasarkan manapun dari permukaan dekat sekitar 10.000 kaki (3.000 m). Cumulus biasanya bentuk pada rentang ketinggian rendah tapi dasar akan naik ke bagian bawah kisaran menengah saat kondisi kelembaban relatif sangat rendah. Nimbostratus biasanya bentuk dari altostratus di tengah rentang ketinggian tapi dasar mungkin mereda ke kisaran rendah selama precipitaion.

Kedua jenis awan dapat mencapai ketebalan yang signifikan dan kadang-kadang diklasifikasikan sebagai awan vertikal (Keluarga D), terutama di Eropa.

Namun, cumulus biasa, menurut definisi, tidak sesuai dengan tingkat vertikal yang menjulang cumulus (kumulus congestus) atau paling cumulonimbus .

Nimbostratus Sangat tebal dapat perkiraan cumulus menjulang, tetapi jatuh juga pendek tingkat vertikal awan cumulonimbus berkembang dengan baik

Jenis jenis awan

  • Awan Commulus, yaitu awan yang bergumpal dan bentuk dasarnya horizontal
  • Awan Stratus, yaitu awan tipis yang tersebar luas dan menutupi langit secara merata
  • Awan Cirrus, yaitu awan yang berdiri sendiri, halus dan berserat, sering terdapat kristal es tetapi tak menimbulkan hujan

Awan-awan itu memiliki berbagai macam bentuk khas dan sifatnya sendiri-sendiri. Dalam golongan awan rendah ada yang bernama Comulonimbus yang diberi kode Internasional penerbangan Cb.

Sifatnya adalah berada di ketinggian rendah, gumpalan sangat besar, dan umumnya berwarna gelap. Cb sangat berbahaya karena mengandung arus listrik dan disertai golakan udara yang dahsyat. Para pilot sangat menghindari karena fatal akibatnya bila pesawat terbang masuk ke dalam awan Cb.

Selain itu dalam golongan awan rendah ada yang bernama Cumulus (Cu), Stratus (St), dan Stratocumulus (Sc). Cu umumnya terlihat sebagai tumpukan kapuk di angkasa. Jumlahnya tidak tetap, kadang tebal, tapi lebih sering kecil dan tipis. Sedang St letaknya lebih tinggi dari Cu warnanya agak kecoklatan dan cenderung tipis. Sc yang paling tinggi berbentuk ombak dan kadang dalam bentuk kecil-kecil.

Ada tiga jenis yang termasuk awan medium yaitu Nimbostratus (Ns), Altostratus (As), dan Altocumulus (Ac).

Ns adalah awan tebal dengan warna gelap dan seringkali mengandung air hujan atau salju.

Diatasnya adalah awan As yang berbentuk tidak stabil, kadang tebal gelap, kadang tipis cerah. Sementara Ac berwarna kecoklatan dan cenderung tipis karena kecendrungan awan, makin tinggi maka makin tipis.

Tiga jenis awan tinggi, yaitu Cirrostratus(Cs), Cirrocumulus (Cc), dan awan paling tinggi dari semua awan yaitu awan Cirrus (Cs). Berbentuk tipis, putih, dan mengandung partikel es.

Partikel inilah yang menyebabkan efek optik bila terkena sinar matahari.

Bentuk-bentuk Awan
Bentuk awan bermacam macam tergantung dari keadaan cuaca dan ketinggiannya.

Tapi bentuk utamanya ada tiga jenis yaitu, yang berlapis-lapis dalam bahasa latin disebut stratus, yang bentuknya berserat-serat disebut cirrus, dan yang bergumpal-gumpal disebut cumulus (ejaan Indonesia: stratus, sirus, dan kumulus). Di daerah rendah (kurang dari 3.000 m) yang terendah, awan stratus menutupi puncak gunung yang tidak terlalu tinggi.

Di daerah rendah tengah, awan berbentuk strato-kumulus, dan yang dekat ketinggian 3.000 m awan berbentuk kumulus. Awan besar dan tebal di daerah rendah disebut kumulo-nimbus berpotensi menjadi hujan, menyebabkan terjadinya guruh dan petir.

Awan pada ketinggian menengah dapat terbentuk di atas gunung yang tingginya lebih dari 3.000 m, membentuk payung di atas puncaknya.

Misalnya di atas Gunung Ciremai (3.078 m), di puncak-puncak pegununganJaya Wijaya di Irian yang tingginya antara 4.000-5.000 m, bahkan selalu diliputi salju. Demikian juga Gunung Fuji (3.776 m) puncaknya selalu diliputi salju putih cemerlang sangat indah. Pada ketinggian menengah ini dapat terbentuk awan alto-stratus yang berderet-deret, alto kumulus, dan alto-sirus.

Bagaimana dengan awan di daerah tinggi (di atas 6.000 m)? Di sana terbentuk awan siro-stratus yang tampak sebagai teja di sekitar matahari atau bulan. Juga terbentuk awan siro-kumulus yang bentuknya berkeping keping terhampar luas. Juga dapat terbentuk awan sirus yang tipis bertebar seperti asap.

1. Awan Cirrue adalah awan putih terpisah-pisah seperti benanghalus atau pecah-pecah atau jalur-jalur sempit atau matapancing atau bulu ayam atau serabut yang berwarna putihkeperak-perakan.

2. Awan Cirro Cumulus adalah awan tipis putih terpisah-pisahseperti biji-bijian, sisik ikan, bulu domba yang tipis yangberwarna putih bersih.

3. Awan Cirro Stratus adalah awan yang transparan denganpuncak seperti serabut halus menutupi sebagian atauseluruhnya dari langit dengan warna keputih-putihan. Awan iniumumnya menimbulkan phenomena lingkaran putihdisekeliling bulan atau matahari.

4. Awan Alto Cumulus adalah awan yang seperti bulu dombaatau sisik ikan tetapi agak melebar 10 s/d 50 dengan warnaputih bersi, atau abu-abu atau campuran dari dua-duanya.

5. Awan Alto Stratus adalah awan yang seperti lembaranlembaranatau lapisan-lapisan jalur yang berwarna abu-abuatau kebiru-biruan. Jenis awan ini sering menimbulkan hujanmerata.

6. Awan Nimbo Stratus adalah awan yang seperti lembaranlembaranatau lapisan-lapisan yang tebal, dengan warna abuabudan gelap. Jenis awan ini sering menimbulkan hujan lebat,matahari akan tertutup oleh jenis awan ini.

7. Awan Stratus adalah awan yang berlapis-lapis tipis denganwarna abu-abu dengan dasar hampir serba sama, dapatmenimbulkan hujan es.

8. Awan Strato Cumulus adalah awan yang berlapis-lapisaktebal agak gelap, berwarna abu-abu atau putih atau campurandari kedua-duanya, mempunyai lebar lebih dari 50.

9. Awan Cumulus adalah awan yang terpisah-pisah umumnyapadat dengan batas yang jelas, berbentuk seperti bukit-bukit ,menari-menari dan bagian atasnya berbentuk seperti bungakool.

10. Awan Cumulus Nimbus adalah awan yang besar, padat danmeluas puncaknya menyerupai gunung atau menara yangbesar atau seperti cengger ayam dengan warna gelap.

About these ads

Januari 15, 2011 - Posted by | CUACA |

20 Komentar »

  1. Dah sampai disini dahulu atas komentar saya yang jauh dari tempat kelahiran di seberang lautan.

    Komentar oleh Drs.M.Junaidi Nachrowi | November 29, 2013 | Balas

    • sama sama pak. jika tulis ini bermanfaat itu akan menjadi kebahagian tersendiri buat saya secara pribadi. thanks

      Komentar oleh Ridwan Garcia | Juni 21, 2014 | Balas

  2. Sekali lagi makasih yaa yaa atas tulisan tersebut diatas, dari mjun

    Komentar oleh Drs.M.Junaidi Nachrowi | November 29, 2013 | Balas

  3. Dengan adanga tulisan ini sangat membantu sekali KBM di Sekolah akan lebih lancar, trim’s dari Drs.M.Junaidi Nachrowi SMA Negeri 5 Bandar Lampung

    Komentar oleh Drs.M.Junaidi Nachrowi | November 29, 2013 | Balas

    • Coba buat tulisan yang lain mencakup semua mata pelajaran atau salah satu mata pelajaran di SMA, agar semua guru yang ada si seluruh Indonesia dapat memanfaatkannya. Trim’s.dari M.Junaidi asli Putra Bumiayu Kabupaten Brebes Jawa Tengah.

      Komentar oleh Drs.M.Junaidi Nachrowi | November 29, 2013 | Balas

  4. terbaiikkkk

    Komentar oleh dego | Februari 22, 2013 | Balas

  5. makasih saya kagum ….sbg guru yg perlu byk info ..dsn saya dptkan …anda hebat ..thxs so much ..teruslah berkaya….

    Komentar oleh anna.... | Januari 14, 2013 | Balas

  6. cukup membantu bagi yang membutuhkan info ini, makasih broo !

    Komentar oleh AR | September 23, 2012 | Balas

  7. Arigatou gozaimasu…sangat membantu sekali…

    Komentar oleh Septi | Juni 6, 2012 | Balas

  8. Sangat sangat membantu.., Trim’s ..

    Komentar oleh Ansar Globe | Februari 23, 2012 | Balas

  9. makasi……ya pak..!!
    udah ngebantu aku ngerjain tugas ips.

    Komentar oleh luthfia | Februari 21, 2012 | Balas

  10. Makasih informasinya, Pak. Boleh di co-past

    Komentar oleh bundanyahafidz | Februari 13, 2012 | Balas

  11. [...] Sumber: http://infokapal.wordpress.com/2011/01/15/634/ Share this:ShareFacebookLike this:SukaBe the first to like this post. [...]

    Ping balik oleh Jenis Awan « Wong168's Blog | Februari 10, 2012 | Balas

  12. mas ridwan..maaf sebelumnya.knapa link di 4shared nya g bisa di akses.trims

    Komentar oleh bungalautan | Desember 27, 2011 | Balas

  13. ini awan yang siang tho, yang edisi malam ada gak?

    Komentar oleh De Punggad | Desember 23, 2011 | Balas

  14. imagenya bagus

    Komentar oleh zaki | Desember 9, 2011 | Balas

  15. oke punya info nya, mayan membantu..

    Komentar oleh achmataofik | Desember 5, 2011 | Balas

  16. bagus uga tuhh…

    Komentar oleh the hackers | Maret 29, 2011 | Balas

  17. bagus tuh gan gambar ny….

    Komentar oleh the hackers | Maret 29, 2011 | Balas

  18. ini bermanfaat sekali. dari sekian banyak web yang saya cari, cuma ini yang lengkap. akhirnya tugaspun terselesaikan. terima kasih..

    Komentar oleh khadzway | Maret 8, 2011 | Balas


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 67 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: