Info Kapal

Ridwan Garcia blog

Anchor Handling

Salam persahabatan buat semua pelaut. di dunia. terima kasi sudah mau mengujungi situs pribadiku. hari ini aku mau menulis tentang anchor handling. para pelaut banyak yg ingin bekerja di kapal ini, tapi pengetahuan tenang anchor handling banyak yg belum tahu bagaimana cara kerja kapal kapal di offshore. inti dari pekerjaan sebenar sama saja jika kita melakukan dgn hati yg senang hasilnya pun akan luar biasa. kembali ke pokok persaoalan. sebelum kapal kita bergerak kewajiban kita harus memastikan kapal kita laik laut. perhitungan GM dan stabilitas adalah langkah awal dari keberhasilan kerja kita. karena cuaca yg buruk dapat membahayakan kapal. jadi pastikan kapal dalam stabilitas yg baik. semua perwira kapal harus memahami panduan panduan yg standart. dan check list harus di isi dgn benar. agar bisa menekan kesalahan kesalahan sekecil mungkin.

system komunikasi baik external maupun internal kapal. komuniksi antara kapal dan rig atau anak buah di atas deck harus sudah terbangun dan dapat mengerti jelas, jadi pemahaman perintah kerja sesuai dgn procedure yg berlaku.

persiapan berlayar. sebelum kapal bergerak seperti biasa kita mengumpukan data data yg penting. buku buku publikasi di siapkan  agar mudah mencari informasi yg kita butuhkan. tak lupa persedian bahan bakar, air tawar dan makanan yg cukup buat kita selama dalam operasi kerja di laut.
peralatan peralatan towing, dari shackle, tow wire. bridle, socket. alat alat bantu seperti hammer kunci kunci semua harus tersedia sesuai daftar check list. dan juga alat alat machenary deck seperti crane. winch. (drum) tigger winch dll semua harus bekerja dalam keadaan baik.

Persiapan operasi
Kita wajib mengadakan toolbox. jelaskan sejelas mungkin dari jenis pekerjaan yg akan kita buat. dan gambarkan sketsa. agar mereka dapat memahami begitu juga dgn komunikasi. agar jgn terjadi kesalahan. karena yg kita tekanakan di sini adalah asfek dari keselamatan kerja. keselamatan adalah yg utama/safety first.
free board, dan GM di hitung trim kapal dan draft kapal saat itu. juga kondisi dari tanki tanki mana yg terisi dan tidak. karena pekerjaan di supply boat bukan hanya untuk anchor handling terkadang kapal kita memang di gunakan sebagai store terapung. untuk ke butuhan Rig.

pemeriksaan peralatan:
Sebelum meninggalkan pelabuhan alat alat navigasi yg biasanya terpasang di atas anjungan. harus bekerja baik dan informasi dari semua, baik dari berita cuaca, NTM, ROB, dll harus UP to date.juga informasi penting tentang gambaran RIG/Anjungan minyak tersebut. jenis apa, apakah deep sea, jack up atau floating barge. dan type of anchor. juga mengenai keadaan dasar laut. dgn mengetahui dgn jelas informasi tsb kita bisa menyiapkan peralatan peralatan yg sesuai.

Peralatan deck harus diperiksa, perawatan yang baik harus di lakukan secara berkala, agar alat alat tsb bisa di pakai secara maksimal. peralatan yg rusak seperti hammer, kenter link jika di dapat rusak harus di ganti
segera karena diperlukan

Bollard Pull
Nakhoda harus memastikan bahwa bollard pull kapal kita cukup untuk menarik benda yg kita akan towing. yaitu dgn memeriksa sertifikat test bollard pull kapal tersebut. jgn kapal kecil di paksa menarik yg benda yg melebihi daya tahannya sudah pasti akan berbahaya.

Dan yg paling kita perhatikan juga kekuatan rantai jankar dan panjang rantai kita. juga jenis jangkar  yg kita pakai.di offshore kita tidak bisa duga. jika cuaca buruk kita akan menderita. sudah 2 kali aku terkena taipun dan terkadang di saat kita sembunyi panjang ratai dan jangkar kita masi juga tak mau makan. langka yg terbaik adalah steaming sampai cuaca agak reda dan membaik.

kebali ke persoalan Quick (Controlled) Release and Emergency Stop khususnya untuk alat winch dan Mechanical Wire Stopper
Para kru kapal harus diinstruksikan untuk memahami prosedur emergency release methods jika terjadi hal hal yg tidak di inginkan.

periksa cara kerja dari karm fork, towing pin, dan shark jaw. ini adalah alat andalan kita di dalam menlakukan anchor handling. kita bisa test dari atas bridge sambil melengkapi check list kita. bukan hanya itu stern roller, Capstan, wire, tali semua harus suda dalam keadaan siap.

Rig Move.
Semi submersible rig menggunakan 8, 10, atau 12 jangkar dan rantai untuk mengamankan di tengah laut
di rig sejenis ini biasa sudah terpasang PCC (permanent chain Chaiser) kalau kita lihat seperti gelang baja.yg di sambung dgn wire 3″/76mm panjang +/- 30 mtr.

Kapalcukup mendekat ke rig untuk menerima PCC dan connect dgn towing wire, setelah terikat. kapal kita majukan pelan sesuai perjangjian di percakapan kita antara barge master dan captain. sampai ke lokasi yg di tujuh dan jangkar di turunkan perlahan lahan. setelah jgn turun. dan rantai jangkar rig sudah di kecangkan, kita perlahan kembali ke rig dgn mundur pelan untuk mengembalikan PCC. simple kan… itu kalau tak pakai buoy. karena ada PCC. begitu juga kalau kita mau mengambil jangkar balik cukup kemabali ke rig. ambil PCC dan bawa ke tempat jangkar di tanam. setelah ratai jangkar di posisi kita angkat pelan naik ke deck, setelah sudah muncul pelan kita mundur, dan dari rig heaving up the anchor. terus sampai jangkar kembali ke rig. dan kita kembalikan lagi PCC tadi. itu tadi hanya gambaran garis besarnya saja.

begitu juga dgn bouy. 3 atau 2 crew standby di stern roller siap untuk menangkap pick up stop wire yg tersambung di mata pennant wire/lazy wire. jika sudah tersambung dgn tugger wire lalu di tarik sampai ke atas deck.dan pindahkan sambungan ke work wire setelah tersambung kita bisa memulai mengangkatnya. sampai buoy itu naik di atas deck. sambungan buoy di buka, dgn cara menahan menggunakan shark jaw sebagai pengunci. setelah terlepas buoy kita geser kesamping. agar deck clear. buka shark jaw dan mulai menggulung rantai di dalam drum. sampai jangkar itu naik dan kita kunci lagi posisi jangkar dgn towing pin. setelah itu kita kembali ke posisi rig dgn mundur pelan mengikuti ritme dari rantai yg sdg di heaving up oleh rig. setelah dekat kita buka semua stoper dan kembalikan semua ke rig.
rekan rekan itu hanya gambaran garis besar saja. type anchor handling bermacam cara tergantung dari berapa buoy yg di gunakan ada juga yg mengkombinasikan anatara wire -rantai – wire.ini biasa menggunakan system chasing collar. belum lagi jika di bawa dasar laut ada obstruction seperti lubang pengeboran yg tidak boleh di sentuh. maka untuk menghindari obstruction tsb di gunakan system 2 buoy.(1fst support buoy & 2nd support buoy) jelas akan menggunakan rantai yg panjang dan pekerjaan anchor handling ini pun akan lebih lama karena lebih sulit.
kunci dari keberhasilan kerja, sesulit apapun jika kita buat senang mengerjakannya maka semua akan terasa mudah. untuk lebih jelasnya lihat cuplikan video tentang anchor handling ini. semoga. apa yg kutulis bermanfaat buat anda terima kasih Port bin Qasim/Pakistan jam 12:30/Sunday 15,April 2012. Ridwan Garcia

.anchor-handling-manual

About these ads

April 15, 2012 - Posted by | ship handling

29 Komentar »

  1. AKU BUTA DI SUPPLY NPENGALAMAN DIKAPAL BLM LAMA N JUJUR AKU PENGEN KEKAPAL SUPPLY SAPA TAU ADA YG BERMINAT ATAU MAU MENOLONG SAYA UNTUK BISA KERJA DIKPAL SUPPLY SAYA TUNGGU INFO SELANJUTX DR SENIOR2,SELUMX SY UCAPKAN TRIMA KASIH.081380607745 NO.HPKU

    Komentar oleh MUH.SAID MUBARAK | April 8, 2014 | Balas

  2. Sorry capt mau tanya kalo ada interview buat ab di ahts biasanya di tanyain apa aja ya kalo boleh tau soalnya lagi di mau dikirim ke strato marine nih buat di ahts nya

    Komentar oleh mike | Oktober 28, 2013 | Balas

  3. kalau ada video video yang lain di post di blog ndan, khususnya video tengtang operasionl kapal AHTS untuk orang mesin,, best regards

    Komentar oleh aux | Oktober 9, 2013 | Balas

  4. mohon pencerahanya juga capt , apa tugas oiler di ahts dan apa alat’ / mesin apa aja yang harus di operasikan, thanks

    Komentar oleh aux | Oktober 9, 2013 | Balas

  5. sangat menarik capt blog nya,,,, terima kasih atas pencerahanya

    Komentar oleh aux | Oktober 9, 2013 | Balas

  6. Apa persiapan untuk AB sebelum melakukan pekeraan anchor job capt
    thanks

    Komentar oleh La Ode Ali | Juli 26, 2013 | Balas

  7. Mau Tanya Capt..apa aja nama bouy serta fungsi dari jenis nya untuk anchor handling..thanks best regards..

    Komentar oleh dika ks | Juli 23, 2013 | Balas

  8. salam capt..
    mohon pencerahan, ttg aht spec dan stability analysis dlm penggelaran kabel laut ..
    tengkyu capt..

    hormat saya,
    david s

    Komentar oleh david simanungkalit | Juni 4, 2013 | Balas

  9. Met siang,salam pelaut indonesia…
    Saya mau izin tanya capt,tugas AB di kapal AHTS or Supply vessel apa ya capt ???
    Tks capt…

    Komentar oleh sandi | Juni 2, 2013 | Balas

  10. Ijin tanya Capt. apa yang dimaksud dengan stern roller? kemudian apa bedanya towing winch dengan tugger winch?

    terima kasih

    Komentar oleh ieksan | Mei 28, 2013 | Balas

  11. Salam Pelaut,

    ijin tanya capt, mohon penjelasanya mengenai pengertian alat towing n work wire dan tugger winch,,,

    mohon bantuanya untuk menunjang minitesis kami,

    Terima kasih,
    Merah Putih Pasti Bisa, Ario.

    Komentar oleh Ario Sulaksono | Mei 1, 2013 | Balas

    • maksudnya work wire tali kawat baja yg biasa di pakai untuk anchor handling di mana SWL untuk bollard pullnya di akui oleh sertificate class. dan sesuai sebagai wire alat tunda kapal
      Tugger wich ini fungsi sama dengan jenis winch lainnya hanya saja ukuran lebih kecil dan wire juga lebih kecil tugas utama sbg alat bantu untuk memindah kan barang di atas deck atau untuk menarik benda yg bebannya ringan jadi kalau memang mudah ya tak perlu pakai wich utama.

      Komentar oleh Ridwan Garcia | Mei 3, 2013 | Balas

  12. klo boleh tau capt alat-alat apa saja yang harus di persiapan pada saat anchor handling. mohon disebutkan satu/ satu klo bisa

    Komentar oleh ilham | Mei 1, 2013 | Balas

    • Alat alat anchor handling di atas deck

      Ball peen hammer 1 kg
      topping maul 3,5 kg
      sledge hammer 7 kg
      crowbar -heavy duty
      cold chisels – heavy duty
      adjustable wrench 36 inch
      mole ggrip
      ring spanners set
      socket spanner set
      hacksaws heavy duty
      metal files heavy duty (coarser, flat & round)
      mechanical plier -8 inch
      marline spike 12 inch + 18 inch
      bosun knife with scabbarrd- heavy duty
      boat hook
      casing wedges for bouy
      long drive pucnh
      cotter pins for kenter links
      waterproof torches light.

      ok that all for the deck equipment should be available on the deck thanks
      Ridwan Garcia

      Komentar oleh Ridwan Garcia | Mei 3, 2013 | Balas

  13. selamat pagi dan salam pelaut capt
    izin tanya capt…..

    1. ada berapa jenis cara anchor handling..
    2. bagaimana prosedure dan cara anchor handling dr persiapan s/d selesai capt…..
    3. dimanakah posisi ch. officer dan 2nd officer pada saat berlangsung anchor handling dan apa kerjanya capt.
    4. tolong capt kasi ke saya photo peralatan yg ada di main deck di kapal supply dan kegunaannya apa saja dr perlatan tersebut capt…
    5. ada berapa jenis system manouvered di kapal supply dan apa definisinya capt.
    mohon bantuannya capt karena saya emang buta ttg ahts capt….
    6. selain ahts apakah masih ada jenis kapal supply lain, saya berharap bantuan capt jelaskan jenis2 lain2nya capt

    mohon di bantuannya ya karena saya pingin ke supply capt jd sebelum ke supplypaling tidak saya tau garis besarnya di kapal ahts itu apa capt….
    mohon di balas ya capt..
    bisa di balas di sini dan ke email saya capt : anambas.nala@yahoo.com.sg

    Komentar oleh anambas nala | April 14, 2013 | Balas

    • pertanyaan kepanjangan…. saya tak ada waktu.. saya hanya berikan yg singkat saja… kalau mau jawab yg detail ini bisa satu buku….maaf saya juga lagi kerja jadi pilih salah satu saja yg mau di tanya… mohon jgn panjang panjang.. sayang juga lagi sibuk ,,, thansk

      Komentar oleh Ridwan Garcia | April 14, 2013 | Balas

  14. Salam merah putih komandan….ijin tanya komandan,untuk join ke supply vessel sulitkah komandan karena kita pengalaman dari bulk carrier, tk’s

    Komentar oleh rigel | Januari 9, 2013 | Balas

    • ya bisa saja kenapa tidak..itu semua kan tergantung dari perusahaan pelayaran. kalau mau cari pengalaman yg pilih dulu kapal apa saja yg penting AHTS kalau sudah ada pengalaman ya baru cari gajinya…saya saya itu cara yg termudah tidak pilih pilih dulu

      Komentar oleh Ridwan Garcia | Januari 16, 2013 | Balas

  15. ijin capt,apa yg dmaksud dgn istilah ini :
    Number of command in anchor handling operation.

    Komentar oleh Arif Rahman | Desember 3, 2012 | Balas

    • di setiap perusahaan kan berbeda beda dalam penerapannya . istilah kerja..bisa saja hal yg kamu tanyakan tentang Number of command anchor handling , mungkin di perusahaan tersebut sudah membuat procedure /atau tata cara sebelum anda melakukan anchor handling maka. tindakan tindakan harus sesuai urutan atau daftar komando yg sudah tertera.. semacam check list…agar meminimalis sekecil mungkin resiko kelalaian.. jadi point point tersebut harus di penuhi sebelum melakukan anchor handling… agar kapal/crew tetap dalam keadaan safety all the time.

      Komentar oleh Ridwan Garcia | Desember 8, 2012 | Balas

      • oke,,trimakasih atas pencerahanny capt..

        Komentar oleh Arif Rahman | Desember 8, 2012 | Balas

  16. Salam Hormat Persahabatan Buat Semua Pelaut Di Room ini ………Mari Kita Sama-Sama Meningkatkan Keamanan dan Keselamatan Pelayaran Lalu-Lintas Kelautan…….Saya Berniat Jadi Pengusaha Kapal Dan Saat ini saya dan Teman-Teman Tengah Merintis Usaha Kecil-kecilan Renovasi dan Konstruksi Kapal…….Seperti Perbaikan Ralling – Tangga Dan Dek………..Kami Dapat Di Hubunggi 081343641756 Senior Teman Saya……atau Bengkel MULTI KARYA TEKHNIK 085343652336……..Kami dapat bekerja sambil ikut berlayar

    Komentar oleh Nasrullah.Naim | Desember 3, 2012 | Balas

  17. ”….thank’s banget CAPT,,taz info2x ini,,,hal ini sngat membntu bgi kami yg baru berjuang didunia kelautan,,,,,tetap sukses nich capt,,n tetap slalu luangkan info2 barux ya capt,,,salam dari kami,,,thank you.,,^_^…

    Komentar oleh Awhynk Ssfu Palpo | Juni 4, 2012 | Balas

  18. salam sesama pelaut,,sy sangat senang bs berkenalan dgn anda,,smoga uraian dr anda bermanfaat bagi kita semua ,,moga ada contoh2 lain yg dpt anda uraikan lagi ttg kerja di kapal AHTS,,,thanks brother..

    Komentar oleh muhar sirah | April 18, 2012 | Balas

    • Sama Sama brother. salam buat anak anak jaya offshore di singapore

      Komentar oleh Ridwan Garcia | April 18, 2012 | Balas

      • ok dech,,smapi jumpa lagi,,selamat bertugas,,

        Komentar oleh muhar sirah | April 18, 2012 | Balas

      • om, kalo muatan yang stowage factornya lebih kecil dari pada stowage factor kapal disebut apaan om, tolong ya???

        Komentar oleh Ka'iam Apriliyano | Juni 1, 2012 | Balas

        • Dalam istilah perkapalan ,arti stowage faktor menunjukkan jumlah meter kubik ruang itu dalam satu ton metrik (or Cubic Feet of space one long ton) dari suatu jenis barang muatan yang menempati di suatu ruang didalam palka kapal . diamana dihitung sebagai rasio dari ruang penyimpanan yg tersedia didalam kapal yang diperlukan dalam kondisi normal, termasuk kerugian dari ruang yg hilang yang disebabkan oleh penyimpanan alat transportasi dan kemasan, dengan berat barang barang yg di bungkus atau di petikan,
          stowage factor juga dapat digunakan dalam desain sebuag kapal sebagai bahan referensi untuk mengevaluasi efisiensi penggunaan ruang muatan diatas kapal.
          stowage factor ini juga bervariasi dari satu jenis komoditas yang lain – misalnya bijih besi memiliki sf sekitar 0,40 (m3/mt), yang berarti bahwa ruang yang dibutuhkan oleh satu ton bijih hanya seperenam dari yang diperlukan untuk menyimpan satu ton woodchips yang memiliki sf hanya 2,5 m3/mt.
          Ini berarti bahwa jika sebuah kapal dirancang untuk membawa woodchips maka sarat kapal dengan muatan bijih besi, hanya sebagian kecil dari kapasitas ruang yg dapat di penuhi oleh barang tersebut atau yg dapat dimanfaatkan dari ruang itu,

          beda dgn kapal bulk carrier dirancang untuk membawa muatan bijih bijih besi. jika di muati woodchips maka akan sangat mustahil bisa mendapatkan sarat kapal yg sama dgn muatan biji besi yg ada. karena sf nya terlalu besar jadi ruangan yg di pakai banyak tapisarat kecil.

          Dengan demikian stowage factor diperhitungkan dalam desain sebuah kapal ketika menentukan ukuran ruang muatan, stowage factor juga tergantung pada jenis muuatan yg akan di muat juga dari bentuk kemasan darimuatan tersebut,

          jadi sf kapal sudah pasti akan memiliki ruang lebih besar dari volume muatan yg akan di muat jika sf barang lebih besar rangan palka bagaimana mungkin muat tsb dapat di muat di dalam ruang muat.

          Komentar oleh Ridwan Garcia | Juni 1, 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 63 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: