Info Kapal

Ridwan Garcia blog

Bridge Navigational Watch Alarm System (BNWAS)

Posted by Capt. Hadi Supriyono, MM, M.Mar

BNWASSetiap saya mengajar ECDIS, selalu terbayang dalam pikiran saya…….dengan peralatan yang serba modern, posisi kapal, kecepatan kapal dan keberadaan kapal2 disekitar kapal kita dapat dimonitor dari satu tempat yaitu display ECDIS………….. kemudian, apa yang dikerjakan Mualim Jaga di anjungan pada saat berlayar di laut lepas ya? Apa Mualim Jaga tidak ngantuk? Bahkan tertidur? Apalagi kalau dinas jaga tengah malam (00.00 – 04.00). Namun pemikiran saya tersebut segera sirna setelah saya mengingat ada persyaratan peralatan baru yang harus dipasang di anjungan….yaitu BNWAS.

  Baca lebih lanjut

April 17, 2013 Posted by | NAVIGASI | 4 Komentar

Voyage Data Recorders

 Capt. Hadi Supriyono, MM, M.Mar

VDRBeberapa waktu yang lalu  saya diminta oleh sebuah Lembaga Bantuan Hukum menjadi saksi ahli dalam persidangan kasus kecelakaan tubrukan antara 2 buah kapal. Pada kesempatan pertama saya dipertemukan dengan tim pengacara, saya ditunjukkan rekaman kejadian tubrukan antara 2 kapal tersebut.

Secara teoritis saya tidak begitu terkejut dengan kemajuan tehnologi dan penerapan alat2 modern pada kapal-kapal jaman sekarang karena selama empat tahun dari tahun 2007 – 2011, saya selalu mengikuti pembahasan penyusunan peraturan-peraturan tentang peralatan navigasi di sidang-sidang IMO. Terlebih lagi Chairmansidang NAV (Safety of Navigation) pada saat itu adalah Mr. Kees Polderman dari Belanda yang cukup akrab dengan saya.
Namun secara praktek, terus terang saya baru melihat bagaimana canggihnya rekaman dengan menggunakan Voyage Data Recorder (VDR) atas kejadian kecelakaan tersebut. Pengalaman saya mengkaji kejadian tubrukan dari melihat rekaman VDR tersebut saya ceritakan kepada para peserta diklat ANT-II di PIP Semarang. Ternyata masih banyak diantara Pasis (Perwira Siswa) tersebut yang tidak tahu sama sekali tentang VDR. Ada beberapa yang tahu dan sebagian kecil pernah di kapal yang dilengkapi dengan VDR.
  Baca lebih lanjut

April 17, 2013 Posted by | NAVIGASI | 1 Komentar

Reading the Nautical Chart

Membaca sebuah peta secara baik harus dapat di laku oleh setiap perwira di atas kapal, pemahaman tentang peta adalah modal dasar seorang navigator maka dari itu setiap perwira kapal harus mengetahui cara membaca simbol-simbol grafik yang menunjukkan garis alur pelayaran, kedalaman air, pelampung dan lampu, landmark, rambu rambu, dan informasi penting lainnya yang akan memastikan perjalanan yang aman.

informasi umum grafik menunjukkan judul grafik, biasanya nama air dilayari di daerah tersebut, jenis proyeksi dan unit pengukuran (1:40,000, Soundings di Kaki). Jika unit pengukuran adalah depa, satu depa sama dengan enam kaki.

informasi umum memberi arti singkatan yang digunakan pada grafik, catatan perhatian khusus, dan daerah pelabuhan  serta referensi yg memberikan informasi penting tentang alur pelayaran Anda yg mungkin tidak ditemukan di tempat lain pada tabel.

bautlah catatat khusus tambahan yg anda tulis di kertas terpisah agar memudahkan anda mengingat point point yg penting.

pada umum hal hal yg biasa di perhatikan pada sebuah peta.

Baca lebih lanjut

Maret 27, 2012 Posted by | NAVIGASI | , , , , , , | 3 Komentar

Pandu kapal/marine pilot

Hari ini aku mau nulis tentang marine pilot?

marine pilot is a mariner who guides ships through dangerous or congested waters, such as harbours or river mouths. However, the pilot is only an advisor, as the master remains in legal, overriding command of the vessel.

sebagai nakhoda di atas kapal kita akan berhubungan terus menerus dgn pilot karena kita membutuhkan jasa mereka di saat kita memasuki atau meninggalkan sebuah pelabuhan. pilot atau istilah indonesianya adalah pandu. tugas dari pandu adalah membawa kapal masuk dan keluar dari pelabuhan dengan aman. karena pandu kapal mempunyai pengetahuan lebih dari nakhoda pakal tsb. dia memahami betul daera setempat yg di layari agar kapal terhindar dari bahaya navigasi.

tetapi tidak semua daerah yg bisa di singgahi kapal harus wajib pandu/pilot ada istilah dalam pelayaran yg pertama daerah yg compulsary  yaitu suatu daerah dimana di wajibkan untuk memgunahkan jasa pandu (daerah tsb ada aturan setempat atau daerah ranjau) dan voinutary  yaitu suatu daerah dimana tidak diwajibkan untuk menggunahkan jasa pandu/pilot sesuai aturan setempat/dapat memakai apabilah nakhoda tidak berpengalaman pada daerah tersebut.

Baca lebih lanjut

Mei 12, 2011 Posted by | NAVIGASI | 6 Komentar

Baringan empat Surat ( 45)derajat

Pengertian Dasar
Baringan empat surat (45) drj adalah baringan sudut berganda dimana
baringan kedua berada melintang dengan kapal membentuk sudut 90 drj ,
yang artinya dimana garis baringan dipeta terlukis untuk Baringan Sejati I
(Bs.I) dengan sudut 45 drj dan baringan sejati II (Bs.II) dengan sudut 90 drj .
Seperti pada baringan sudut berganda pada baringan kedua (Bs.II) yang
telah dijabarkan menjadi Baringan Pedoman (Bp.II) dijaga pada pedoman
baringan sampai benda baringan tersebut sama (tepat) dengan Baringan
Pedoman yang dihitung (90).
Jika baringannya (Bp) cocok ,kemudian jam/waktu dicatat dan jarak
ditempuh dari baringan I ke baringan II jiga dihitung. Kemudian akhirnya
posisi kapal (S) dapat diketemukan Langkah-langkah membaring
 
Langkah-langkah proses baringan empat surat (450 ) seperti tersusun dan
terurai berurutan dibawah ini :
Baca lebih lanjut

Mei 3, 2011 Posted by | NAVIGASI | 1 Komentar

Baringan dengan Geseran

Pengertian Dasar

Baringan dengan geseran dilakukan bila hanya terdapat satu bendabaringan saja, yang artinya benda baringan yang sama dibaring sekali lagi.

Pada baringan dengan geseran yang harus diperhatikan adalahmenghitung jarak yang ditempuh dan memperkirakan kecepatan kapal.Cara menghitung jarak yang ditempuh yaitu dengan mencatat pukul berapa pada Bp.I dilakukan kemudian misalnya 30 menit kemudian benda tersebut dibaring lagi dengan Bp.II. Misalnya Bp.I pada pukul08.00 kemudian Bp.II 08.30 maka waktu yang ditempuh adalah 30 menit.

Cara menghitung kecepatan kapal adalah diperkirakan dengan perhitungan perhitungan kecepatan dari hasil baringan baringan sebelumnya., misalnya didapatkan 12 mil / jam, maka jarak yangditempuh adalah 30 x 12 mil / jam = 6 mil6071Langkah-langkah membaring Didalam pemahaman dan penerapan materi kuliah yang telah disampaikan oleh pengajar adalah kunci keberhasilan dalam mentransfer ilmu yang diinginkan. Oleh karena itu kita harus mengikuti pedoman yg biasa kita kerjakan agar tepat dalam pengambilan baringan

Baca lebih lanjut

Februari 8, 2011 Posted by | NAVIGASI | | 5 Komentar

Sextan-How to navigate by the sun

Pelaut pasti kenal sama sextan, karena wajib bagi perwira kapal tahu sama barang ini. sextan adalah Alat untuk mengukur sudut dalam bidang datar dan vertikal di kapaldinamakan Sextan dimana sudut diukur dengan cara mengepitkan duabuah benda yang ada di antara sudut yang akan diukur. Sextan menggunakan prinsip cahaya dan berdasarkan ketentuan bahwasudut yang terjadi antara arah pertama dan arah terakhir daripadasebuah cahaya yang telah dipantulkan, dua kali besarnya susut yangterjadi antara dua buah reflektor tadi, satu terhadap lain.

Baca lebih lanjut

Januari 16, 2011 Posted by | NAVIGASI | | 1 Komentar

RULE 26—(c) lights & sharps fishing vassel

A vessel engaged in fishing, other than trawling, shall exhibit:(i) two all-round lights in a vertical line, the upper being red andthe lower white, or a shape consisting of two cones with apexestogether in a vertical line one above the other;(ii) when there is outlying gear extending more than 150 metershorizontally from the vessel, an all-round white light or a coneapex upwards in the direction of the gear;(iii) when making way through the water, in addition to the lightsprescribed in this paragraph, sidelights and a sternlight.

Januari 15, 2011 Posted by | NAVIGASI | | Tinggalkan komentar

International marine flag

The following flags are international signals used by ships at sea. They can be used to spellout short messages, or more commonly, used individually or in combination they have special meanings. Strung end to end and hung bow to stern from the rigging they are used to dress the ship for ceremonmial and festive occaisions.

For another means of communicating with flags, see the semaphore flag waving system.

flag image A – Diver below (when stationary); I am undergoing a speed trial

flag image B – I am taking on or discharging explosives

flag image C – (affirmative)

Baca lebih lanjut

Januari 15, 2011 Posted by | NAVIGASI | | 1 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 63 pengikut lainnya.