Info Kapal

Ridwan Garcia blog

Hepatitis B

 

Penyakit yg satu ini banyak juga di alami oleh para pelaut khususnya para masinis karena sering dari mereka berhubungan lasung dgn baktery penyebab Hepatitis B, di dalam ruang mesin ada system sawage pump, untuk mengolah tinja dari limbah kapal sebelum di buang kelaut harus di minimais sekecil mungkin agar tak mencemari biota laut dgn mengunakan chemical treament.  untuk mengenal Hepatitis B sebagai berikut
Hepatitis B adalah suatu penyakit hati yang disebabkan oleh “Virus Hepatitis B” (VHB), suatu anggota famili Hepadnavirus yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosi hati atau kanker hati. Mula-mula dikenal sebagai “serum hepatitis” dan telah menjadi epidemi pada sebagian Asia dan Afrika. Hepatitis B telah menjadi endemik di Tiongkok dan berbagai negara Asia.

 

Penyebab Hepatitis ternyata tak semata-mata virus. Keracunan obat, dan paparan berbagai macam zat kimia seperti karbon tetraklorida, chlorpromazine, chloroform, arsen, fosfor, dan zat-zat lain yang digunakan sebagai obat dalam industri modern, bisa juga menyebabkan Hepatitis. Zat-zat kimia ini mungkin saja tertelan, terhirup atau diserap melalui kulit penderita. Menetralkan suatu racun yang beredar di dalam darah adalah pekerjaan hati. Jika banyak sekali zat kimia beracun yang masuk ke dalam tubuh, hati bisa saja rusak sehingga tidak dapat lagi menetralkan racun-racun lain.

Diagnosis

Dibandingkan virus HIV, virus Hepatitis B (HBV) seratus kali lebih ganas (infectious), dan sepuluh kali lebih banyak (sering) menularkan. Kebanyakan gejala Hepatitis B tidak nyata.

Hepatitis B kronis merupakan penyakit nekroinflamasi kronis hati yang disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis B persisten. Hepatitis B kronis ditandai dengan HBsAg positif (> 6 bulan) di dalam serum, tingginya kadar HBV DNA dan berlangsungnya proses nekroinflamasi kronis hati. Carrier HBsAg inaktif diartikan sebagai infeksi HBV persisten hati tanpa nekroinflamasi. Sedangkan Hepatitis B kronis eksaserbasi adalah keadaan klinis yang ditandai dengan peningkatan intermiten ALT>10 kali batas atas nilai normal (BANN). Diagnosis infeksi Hepatitis B kronis didasarkan pada pemeriksaan serologi, petanda virologi, biokimiawi dan histologi. Secara serologi, pemeriksaan yang dianjurkan untuk diagnosis dan evaluasi infeksi Hepatitis B kronis adalah : HBsAg, HBeAg, anti HBe dan HBV DNA (4,5). Pemeriksaan virologi, dilakukan untuk mengukur jumlah HBV DNA serum sangat penting karena dapat menggambarkan tingkat replikasi virus. Pemeriksaan biokimiawi yang penting untuk menentukan keputusan terapi adalah kadar ALT. Peningkatan kadar ALT menggambarkan adanya aktivitas kroinflamasi. Oleh karena itu pemeriksaan ini dipertimbangkan sebagai prediksi gambaran histologi. Pasien dengan kadar ALT yang menunjukkan proses nekroinflamasi yang lebih berat dibandingkan pada ALT yang normal. Pasien dengan kadar ALT normal memiliki respon serologi yang kurang baik pada terapi antiviral. Oleh sebab itu pasien dengan kadar ALT normal dipertimbangkan untuk tidak diterapi, kecuali bila hasil pemeriksaan histologi menunjukkan proses nekroinflamasi aktif. Sedangkan tujuan pemeriksaan histologi adalah untuk menilai tingkat kerusakan hati, menyisihkan diagnosis penyakit hati lain, prognosis dan menentukan manajemen anti viral.

Pada umumnya, gejala penyakit Hepatitis B ringan. Gejala tersebut dapat berupa selera makan hilang, rasa tidak enak di perut, mual sampai muntah, demam ringan, kadang-kadang disertai nyeri sendi dan bengkak pada perut kanan atas. Setelah satu minggu akan timbul gejala utama seperti bagian putih pada mata tampak kuning, kulit seluruh tubuh tampak kuning dan air seni berwarna seperti teh.

Ada 3 kemungkinan tanggapan kekebalan yang diberikan oleh tubuh terhadap virus Hepatitis B pasca periode akut. Kemungkinan pertama, jika tanggapan kekebalan tubuh adekuat maka akan terjadi pembersihan virus, pasien sembuh. Kedua, jika tanggapan kekebalan tubuh lemah maka pasien tersebut akan menjadi carrier inaktif. Ketiga, jika tanggapan tubuh bersifat intermediate (antara dua hal di atas) maka penyakit terus berkembang menjadi hepatitis B kronis.

Penularan

Hepatitis B merupakan bentuk Hepatitis yang lebih serius dibandingkan dengan jenis hepatitis lainnya.Penderita Hepatitis B bisa terjadi pada setiap orang dari semua golongan umur.Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan virus Hepatitis B ini menular.
Secara vertikal, cara penularan vertikal terjadi dari Ibu yang mengidap virus Hepatitis B kepada bayi yang dilahirkan yaitu pada saat persalinan atau segera setelah persalinan.

Secara horisontal, dapat terjadi akibat penggunaan alat suntik yang tercemar, tindik telinga, tusuk jarum, transfusi darah, penggunaan pisau cukur dan sikat gigi secara bersama-sama serta hubungan seksual dengan penderita.
Sebagai antisipasi, biasanya terhadap darah-darah yang diterima dari pendonor akan di tes terlebih dulu apakah darah yang diterima reaktif terhadap Hepatitis, Sipilis dan HIV.
Sesungguhnya, tidak semua yang positif Hepatitis B perlu ditakuti. Dari hasil pemeriksaan darah, dapat terungkap apakah ada riwayat pernah kena dan sekarang sudah kebal, atau bahkan virusnya sudah tidak ada. Bagi pasangan yang hendak menikah, tidak ada salahnya untuk memeriksakan pasangannya untuk menenularan penyakit ini.

Perawatan

Hepatitis yang disebabkan oleh infeksi virus menyebabkan sel-sel hati mengalami kerusakan sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Pada umumnya, sel-sel hati dapat tumbuh kembali dengan sisa sedikit kerusakan, tetapi penyembuhannya memerlukan waktu berbulan-bulan dengan diet dan istirahat yang baik.

Hepatitis B akut umumnya sembuh, hanya 10% menjadi Hepatitis B kronik (menahun) dan dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati. Saat ini ada beberapa perawatan yang dapat dilakukan untuk Hepatitis B kronis yang dapat meningkatkan kesempatan bagi seorang penderita penyakit ini. Perawatannya tersedia dalam bentuk antiviral seperti lamivudine dan adefovir dan modulator sistem kebal seperti Interferon Alfa ( Uniferon).
Selain itu, ada juga pengobatan tradisional yang dapat dilakukan. Tumbuhan obat atau herbal yang dapat digunakan untuk mencegah dan membantu pengobatan Hepatitis diantaranya mempunyai efek sebagai hepatoprotektor, yaitu melindungi hati dari pengaruh zat toksik yang dapat merusak sel hati, juga bersifat anti radang, kolagogum dan khloretik, yaitu meningkatkan produksi empedu oleh hati. Beberapa jenis tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk pengobatan Hepatitis, antara lain yaitu temulawak (Curcuma xanthorrhiza), kunyit (Curcuma longa), sambiloto (Andrographis paniculata), meniran (Phyllanthus urinaria), daun serut/mirten, jamur kayu/lingzhi (Ganoderma lucidum), akar alang-alang (Imperata cyllindrica), rumput mutiara (Hedyotis corymbosa), pegagan (Centella asiatica), buah kacapiring (Gardenia augusta), buah mengkudu (Morinda citrifolia), jombang (Taraxacum officinale).

 

September 20, 2009 Posted by | macam dan jenis penyakit | | 3 Komentar

Diare

Diare (atau dalam bahasa kasar disebut mencret) adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus-menerus dan tinja atau feses yang masih memiliki kandungan air berlebihan. Di Dunia ke-3, diare adalah penyebab kematian paling umum kematian balita, dan juga membunuh lebih dari 1,5 juta orang per tahun.
Penyebab

Kondisi ini dapat merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi (fructose, lactose), penyakit dari makanan atau kelebihan vitamin C dan biasanya disertai sakit perut, dan seringkali enek dan muntah. Ada beberapa kondisi lain yang melibatkan tapi tidak semua gejala diare, dan definisi resmi medis dari diare adalah defekasi yang melebihi 200 gram per hari.

Hal ini terjadi ketika cairan yang tidak mencukupi diserap oleh usus besar. Sebagai bagian dari proses digestasi, atau karena masukan cairan, makanan tercampur dengan sejumlah besar air. Oleh karena itu makanan yang dicerna terdiri dari cairan sebelum mencapai usus besar. Usus besar menyerap air, meninggalkan material yang lain sebagai kotoran yang setengah padat. Bila usus besar rusak atau “inflame”, penyerapan tidak terjadi dan hasilnya adalah kotoran yang berair.

Diare kebanyakan disebabkan oleh beberapa infeksi virus tetapi juga seringkali akibat dari racun bakteria. Dalam kondisi hidup yang bersih dan dengan makanan mencukupi dan air tersedia, pasien yang sehat biasanya sembuh dari infeksi virus umum dalam beberapa hari dan paling lama satu minggu. Namun untuk individu yang sakit atau kurang gizi, diare dapat menyebabkan dehidrasi yang parah dan dapat mengancam-jiwa bila tanpa perawatan.

Diare dapat menjadi gejala penyakit yang lebih serius, seperti disentri, kolera atau botulisme, dan juga dapat menjadi indikasi sindrom kronis seperti penyakit Crohn. Meskipun penderita apendistis umumnya tidak mengalami diare, diare menjadi gejala umum radang usus buntu.

Diare juga dapat disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan, terutama dalam seseorang yang tidak cukup makan.

Perawatan untuk diare melibatkan pasien mengkonsumsi sejumlah air yang mencukupi untuk menggantikan yang hilang, lebih baik bila dicampur dengan elektrolit untuk menyediakan garam yang dibutuhkan dan sejumlah nutrisi. Untuk banyak orang, perawatan lebih lanjut dan medikasi resmi tidak dibutuhkan.

Diare di bawah ini biasanya diperlukan pengawasan medis:

Diare pada balita
Diare menengah atau berat pada anak-anak
Diare yang bercampur dengan darah.
Diare yang terus terjadi lebih dari 2 minggu.
Diare yang disertai dengan penyakit umum lainnya seperti sakit perut, demam, kehilangan berat badan, dan lain-lain.
Diare pada orang bepergian (kemungkinan terjadi infeksi yang eksotis seperti parasit)
Diare dalam institusi seperti rumah sakit, perawatan anak, institut kesehatan mental.

 

September 20, 2009 Posted by | macam dan jenis penyakit | | Tinggalkan komentar

AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome

AIDS
Apa itu AIDS?Apa penyebabnya?Gejala klinisPengobatanPencegahan
Ketika AIDS pertama kali terdengar, banyak orang belum ngeh akan penyakit mematikan ini. Juga ketika virus ini menyerang bintang-bintang dunia seperti Rock Hudson dan Freddie Mercury, banyak orang mencibir dan beranggapan penyakit ini merupakan kutukan Tuhan atas dosa-dosa para korban. Tetapi, ketika AIDS menyebar melalui asi ibu penderita kepada bayi-bayi tak berdosa, mata mulai terbuka. AIDS, bisa menimpa siapa saja.

 


Apa itu AIDS ?
AIDS berasal dari Afrika. Awalnya, virus HIV menular lewat monyet dan kemudian berjangkit pada manusia. Dari benua ini, selanjutnya menyebar ke seluruh dunia. Tidak jelas mengapa penyakit ini awalnya banyak ditemukan di pasangan homoseksual.
AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome merupakan sindrom (kumpulan gejala) menurunnya sistem kekebalan tubuh akibat virus HIV. Serangan penyakit yang biasanya tidak berbahaya pun dapat menyebabkan efek yang parah. Jadi, pasien bisa meninggal oleh penyakit biasa, misalnya influensa. Masalahnya, kekebalan tubuh untuk melawan penyakit itu yang tidak ada.

 

Penderita AIDS
Apa penyebabnya ?
Pemakai narkoba
HIV dapat menular melalui hubungan seksual dengan seseorang yang terinfeksi HIV tanpa memakai kondom, anal sex (lewat dubur), melalui alat-alat tajam yang telah tercemar HIV (jarum suntik, pisau cukur, tatto, jarum tato, dll), melalui ibu hamil penderita kepada janin atau bayi yang disusuinya, atau secara langsung (transfusi darah, produk darah atau transplantasi organ tubuh yang tercemar HIV).
Dalam berhubungan seks vaginal, perempuan lebih besar risikonya daripada pria karena selaput lendir vagina cukup rapuh. Disamping itu karena cairan sperma akan menetap cukup lama di dalam vagina, kesempatan HIV masuk ke aliran darah menjadi lebih tinggi. HIV di cairan vagina atau darah tersebut, juga dapat masuk ke aliran darah melalui saluran kencing pasangannya

 

Gejala klinis
Masa inkubasi HIV sangat tergantung pada daya tahan tubuh masing-masing orang, rata-rata 5-10 tahun. Selama masa ini orang tidak memperlihatkan gejala-gejala, walaupun jumlah HIV semakin bertambah. Ketika sistem kekebalan tubuh sudah dalam keadaan parah, ia akan mulai menampakkan gejala-gejala AIDS.
Ada beberapa tahap yang akan dialami seseorang, bila ia terinfeksi HIV-AIDS.
Gejala tahap awalFlu biasa yang akan sembuh beberapa hari kemudian. Pada tahap ini, tes darah masih belum dapat menunjukkan adanya HIV (negatif).
Gejala tahap lanjutanSetelah melewati masa inkubasi (2-10 tahun), seseorang yang terinfeksi HIV akan mengalami:- Demam berkepanjangan- Selera makan menurun- Diare terus menerus, tanpa sebab yang jelas- Pembengkakan kelenjar prostat dan getah bening- Bercak-bercak merah di kulit- Berat badan turun drastis
Gejala tahap akhirSistem kekebalan tubuh menurun, pengidap HIV berkembang menjadi penderita AIDS. Hal ini diketahui dari tes darah penderita.
Gejala AIDS yang muncul, berupa:Radang paru, radang saluran pencernaan, kanker kulit, radang karena jamur di mulut dan kerongkongan, gangguan susunan syaraf, TBC, dll.
Infeksi virus HIV

 

Pengobatan
Sungguh sayang belum ditemukan obat yang benar-benar dapat menyembuhkan AIDS. Obat-obatan berikut berfungsi untuk menghambat tingkat keparahan. Beberapa obat-obatan yang biasa digunakan pada anak-anak adalah zidovudine (AZT), didanosine (ddI), stavudine (d4T), lamivudine (3TC), dan zalcitabine (ddC). Beberapa jenis lainnya yang diujicobakan antara lain saquinavir, ritonavir, indinavir, nevirapine, dan delavirdine
Dengan obat-obat yang ada sekarang 75% anak yang terinfeksi HIV sejak lahir bisa hidup selama 5 tahun dan 50% bertahan hidup selama 8 tahun. Rata-rata usia meninggalnya anak-anak terinfeksi HIV ini masih 10 tahun, tapi semakin banyak anak yang bertahan sampai masa remaja. Pemberian imunoglobulin intravena kadang-kadang dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi. Imunisasi rutin pada bayi dan anak diberikan pada hampir semua anak terinfeksi HIV, dengan atau tanpa gejala. Secara umum vaksin yang berisi bakteri dan virus hidup tidak diberikan. Imunisasi MMR tetap diberikan dengan pertimbangan campak pada anak terinfeksi HIV biasanya sangat parah bahkan fatal. Belum dilaporkan terjadinya efek berbahaya atas imunisasi ini. Pada kondisi kesehatan yang buruk penderita memerlukan pengawasan medis yang ketat, tapi sebaiknya tetap di lingkungan rumah selama masih memungkinkan.
Bila seseorang telah dinyatakan positif terkena HIV maka sebaiknya ia mendapat pengobatan di RS umum pusat yang ada di ibukota negara atau di setiap ibukota propinsi karena disana telah ada tim dokter khusus untuk penanggulangan aids. Adapun bagi yang ingin mendapatkan pengobatan secara spiritual dapat mendatangi :
Yayasan BarzakhJalan Bangka Raya no.18Jakarta INDONESIA 12720Phone: (62-21) 71790355Fax: (62-21) 71790152E-mail: yayasan@barzakh.net Website: http://www.barzakh.net
Di indonesia saat ini ada banyak lembaga swadaya masyarakat yang peduli akan HIV/AIDS yang semuanya dapat dicari melalui http://www.lsm.co.id atau http://www.ngo.co.id/.

 

Pencegahan
Yang Dapat anda lakukan:
Periksa darah anda dan minta bantuan dokter untuk pengobatan anti virus.
Usahakan hidup sesehat mungkin, makan bergizi dan sangat hindari paparan infeksi penyakit apapun karena anda tidak lagi memiliki kekebalan tubuh.
Tidak melakukan hubungan badan, menghindari kehamilan, atau gunakan kondom.
Tidak melakukan donor darah atau organ tubuh lainnya.
Mengikuti kelompok/organisasi AIDS, untuk meringankan beban mental atau berbagi pengalaman.
Tindakan dokter untuk anda:
Memeriksa darah untuk antibodi HIV.
Mengobati gejala-gejala infeksi bila ada.
Memberi resep obat anti virus untuk memperlambat laju infeksi.
Pencegahan:
Hubungan badan hanya dengan pasangan hidup anda yang selalu setia atau menjalani abstinensi (puasa berhubungan seks).
Jangan melakukan hubungan badan dengan pelacur, dan berganti-ganti pasangan.
Gunakan kondom dari latex setiap berhubungan badan (kondom menurunkan resiko infeksi, tetapi tidak dapat mencegah secara total). Kondom yang terbuat dari selaput (membran) binatang terlalu tipis untuk dapat melindungi.
Hindari penyalahgunaan obat dan penggunaan jarum suntik bersama-sama.
Safety prosedur dalam hal pemakaian jarum suntik, donor darah, atau alat lain yang bisa menyebabkan luka. Misalnya pada waktu akan disuntik, mintalah jarum suntik baru. Atau saat ke salon/dokter gigi, pastikan bahwa alat yang digunakan telah disterilkan terlebih dahulu
Bila perlu operasi sebaiknya mintalah tranfusi darah autologous (donor darah untuk nantinya dipakai sendiri)
Tidak memberikan ASI kepada bayi bila ibu menderita AIDS
Sebagai catatan, Infeksi HIV/AIDS tidak dapat ditularkan lewat:
Kontak sosial biasa (berjabat tangan, berpelukan, berciuman).
Makanan/alat-alat makan.
Toilet/kolam renang.
Gigitan nyamuk atau serangga lain.
Donor darah yang bebas virus HIV/AIDS.

September 7, 2009 Posted by | macam dan jenis penyakit | , | Tinggalkan komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 67 pengikut lainnya.