Info Kapal

Ridwan Garcia blog

Reading the Nautical Chart

Membaca sebuah peta secara baik harus dapat di laku oleh setiap perwira di atas kapal, pemahaman tentang peta adalah modal dasar seorang navigator maka dari itu setiap perwira kapal harus mengetahui cara membaca simbol-simbol grafik yang menunjukkan garis alur pelayaran, kedalaman air, pelampung dan lampu, landmark, rambu rambu, dan informasi penting lainnya yang akan memastikan perjalanan yang aman.

informasi umum grafik menunjukkan judul grafik, biasanya nama air dilayari di daerah tersebut, jenis proyeksi dan unit pengukuran (1:40,000, Soundings di Kaki). Jika unit pengukuran adalah depa, satu depa sama dengan enam kaki.

informasi umum memberi arti singkatan yang digunakan pada grafik, catatan perhatian khusus, dan daerah pelabuhan  serta referensi yg memberikan informasi penting tentang alur pelayaran Anda yg mungkin tidak ditemukan di tempat lain pada tabel.

bautlah catatat khusus tambahan yg anda tulis di kertas terpisah agar memudahkan anda mengingat point point yg penting.

pada umum hal hal yg biasa di perhatikan pada sebuah peta.

Baca lebih lanjut

Maret 27, 2012 Posted by | NAVIGASI | , , , , , , | 3 Komentar

History of Plimsoll Mark,

Merkah kambangan menurut catatan sejarah bermula dari abad pertengahan, negara Italia telah mempunyai undang-undang untuk pemuatan diatas kapal, dimana setelah dilakukan pemeriksaan dan perhitungan, maka lambung kapal diberi tanda.
Asal mula dari lingkaran sebagai tanda merkah kambangan yang dipergunakan sampai sekarang ini ialah dari Sardinia, dimana sarat maksimum dari kapal pada waktu itu ditandai dengan sebuah titik yang merupakan sebuah pusat dari lingkaran . Sedangkan orang – orang Venesia menandainya dengan gambar Salib, dan orang Genoa dengan tiga baris yang membujur terbuat dari besi.
Merkah Kambangan atau merkah benaman adalah sebuah tanda untuk membatasi
jumlah berat yang boleh diangkut oleh sebuah kapal dengan aman.
Pada tahun 1867 seorang anggota Parlemen Inggris bernama Sir Samuel Plimsoll mempunyai gagasan agar semua kapal yang berbendera Inggris untuk memasang merkah kambangan.
Penjelasannya akhirnya diundangkan pada tahun 1890 untuk penyeragaman. Untuk mengabadikan pencetusnya maka Merkah Kambangan juga disebut Plimsoll Mark. Merkah kambangan ini kemudian diikuti oleh negara-negara maritim lainnya. Merkah kambangan juga disebut Garis Muatan atau Load Line.
Garis Dek :
Sebelum kita memasang Plimsoll Mark (Merkah Kambangan) maka harus ditentukan lebih dahulu letak dari garis-deknya (deck-line) pada lambung kapal. Garis-dek ini merupakan garis datar di mana sisi atasnya berimpit dengan sisi atas dari geladak lambung bebas (freeboard-deck), dan letaknya di tengah kapal dengan ukuran panjang 300 mm dan lebarnya 25 mm. Deck-line harus dicat kontras dengan warna lambungnya. Di cat hitam jika lambungnya putih atau warna terang. Di cat putih atau kuning, jika warna cat lambungnya gelap.Lingkaran garis air atau Plimsoll mark dilukis di bawah garis dek. Jarak antara bagian atas deck-line, dari dua jenis dek = 540 mm di depan dari pusat lingkaran dilukiskan Load-line, yang menandai batasan sarat bagi kapal jika berada di laut atau zona tertentu.
Perubahan sarat kapal oleh perubahan berat jenis (B.J) air disebut juga Fresh Water Allowance, yang harus diketahui.
Jadi Fresh Water Allowance adalah angka dalam milimeter perubahan sarat rata-rata jika kapal berlayar dari laut menuju ke air tawar, atau sebaliknya, jika sedang dalam keadaan loaded draft. Hal ini dapat dihitung dengan rumus:
FWA (dalam mm) = Displacement (dalam ton) 4 x TPC
Pembuktian rumus tersebut adalah sbb:
Pada gambar atas kapal terapung pada Summer Draft di air laut pada WL. Maka V adalah volume air laut yang dipindahkan. Sekarang jika pindah ke air tawar, maka WL, merupakan garis air kapal yang memindahkan massa air tawar. Jadi di sini “v” merupakan penambahan volume air tawar yang dipindahkan adalah : V + v
Sekarang jika ‘w’ merupakan massa air laut, dalam volume ‘v’, dan ‘W’ adalah massa air laut pada volume ‘V’
S - “Summer Load line”, adalah garis batas tenggelam kapal pada waktu berada di laut daerah musim panas permanen atau daerah musim panas pada waktu musim panas (seasonal zone). Tingginya sama dengan titik tengah lingkaran.
W – “Winter Load line” Garis batas tenggelam pada waktu berada di daerah musim dingin pada saat musim dingin (Winter).Jaraknya = (1/48) x Summer Draft dibawah garis S.
T – “Tropical Load Line” Garis batas tenggelam pada waktu kapal berada di daerah tropis atau selama musim panas (tropic).Letaknya = (1/48) x Summer Draft untuk tiap meter atas garis S.
F – “Summer Fresh Water” Garis batas tenggelam selama kapal berada di air tawar selama musim panas permanen.Jaraknya di atas : S adalah berdasarkan rumus : W/4TPC mm, dimana W adalah displacement pada Summer Draft dan TPC (ton per-centimeter-immersion) dalam cm.
WNA – “Winter North Atlantic Load Line” Garis batas tenggelam selama kapal didaerah musim dingin Winter North Atlantic.Letaknya : berada 50 mm di bawah W. Tanda ini hanya dapat digunakan bagi kapal yang panjangnya 100 m atau kurang.
TF – “Tropical Fresh Water Load line” Garis batas tenggelam kapal diair tawar musim Tropis , di mana kapal dapat dimuati agar draft atau saratnya d
Penggunaan WNA
a) Kapal Penumpang berlayar :
- Di daerah North Atlantic
- Pada musim Winter
- Panjang ≤ 100 meter
b) Kapal Tanker berlayar :
- Di daerah North Atlantic
- Pada musim Winter
- Setiap 100 meter → 25 mm
A. KAPAL KAYU YANG MEMUAT KAYU BILA :
1. Berlayar melintasi daerah North Atlantic
2. Pada musim dingin (Winter)
3. Tidak perduli berapa panjangnya, harus menggunakan LWNA Draft, dimana :
A. Bagi kapal yang panjangnya < 330‘ letak LWNA draft seletak (sejajar) dengan WNA draft-nya kapal cargo.
B. Bagi kapal yang panjangnya > 330’ letak LWNA draft seletak (sejajar) dengan W draft-nya kapal cargo.
WNA = Lumber Winter North Atlantic
B. KAPAL CARGO DAN PENUMPANG YANG :
1. Melintasi daerah North Atlantic
2. Pada musim dingin (Winter
A. Bila panjang kapal tersebut L  330’ harus menggunakan WNA draft (yang konstruksinya = fix 2 inches dibawah W draft )
B. Bila panjang kapal tersebut L > 330’ cukup memakai W draft-nya saja.
C. KAPAL TANKER YANG :
1. Melintasi daerah North Atlanti
2. Pada musim dingin ( Winter )
Tidak perduli dengan panjangnya, harus menggunakan WNA Draft, dimana konstruksinya (jarak) dari W draft-nya setiap 100 feet panjang kapal maka koreksinya 1 inch (dengan interpolasi).
Contoh : Panjang kapal 250”
Maka koreksinya,
Corr. = 250” X 1 “100’= 2,5”
Dapat dilihat :
S = Summer Load Line adalah batas tenggelam kapal pada waktu berada di laut daerah musim panas permanen.
> Tingginya sama dengan titik tengah lingkaran
W = Winter Load Line adalah batas tenggelam kapal pada waktu berada di daerah musim Dingin (Winter)
> Jaraknya = (1/48) x Summer Draft di bawah garis S
T = Tropical Load Line adalah batas tenggelam kapal pada waktu berada di daerah Tropis
> Jaraknya = (1/48) x Summer Draft di atas garis S
F = Summer Fresh Water Load Line adalah batas tenggelam kapal pada waktu berada di air tawar selama musim panas tetap > Jaraknya di atas S adalah :cm atau mm
WNA = Winter North Atlantic Load Line adalah batas tenggelam kapal di daerah Musim dingin Winter North Atlantic
> Tanda ini hanya digunakan bagi kapal yang panjangnya ≤ 100 m
> Letaknya garis ini 50 mm di bawah garis W
TF = Tropical Fresh Water Load Line adalah batas tenggelam kapal di air tawar musim Tropis
Untuk lebih jelas lagi klik file di bawah ini:

plimsol mark

 

Desember 15, 2010 Posted by | NAVIGASI | | 4 Komentar

INSTRUCTION TIME LEAVE PORT

A. INSTRUCTION TIME LEAVE PORT
1. Division of Duty

a. Owner Master command ship in bridge.
b. Chief mate assist Master in bridge

2. Inspection Before Leaving Port
Master have to accept report of  amount of cargo and check equipment of preparation leave port according to procedure. Ship may not leave port till Master decide ship ready for sailing.
Things following which must be checked, to be noted and kept :

a. Check equipment and readiness of crew.
b. Accepting information of officer in charge of about other wafting goods and cargo which lionized
c. Situation of ship building, engines, draining system [in] deck, steering gear, equipment clinch, equipment of anchor, safety appliances, equipment of radio, equipment of other equipment and navigation
d. Bunkering, lubricating oil, provisions, freshwater, drugs
e. Completion of task of cargo and cordage of peripatetic goods
f. Check navigation book and chart
g. Check stability, draft of ship
h. Check the condition of waterproof windows and doors (fire exit have to believe can be opened from within and there no barrier)
i. Collecting weather data and other information which required for navigation
j. Check document (including acceptance Port Clearance, etc)
k. Check Attempt of Start Main Engine and Steering Gear

Before executing attempt of main engine start, Master have to advise duty engineer. Miscellaneous which must be checked previously is :

a. 1. Area abaft ship have to be free
2. Mooring line have to in a state of is boisterous
b. After point 1 to 2 above checked, reporting to bridge
c. During attempt of engine, situation around stern have to perceive better
d. Steering gear to be test-drive 0 – 3 P – 35 S execute until twice, perceive indicator drive in bridge and in steering gear room
e. Officer which reside in stern may not leave its duty till he accept signal of bridge that attempt of engine have been executed

B. INSTRUCTION TIME ENTER PORT
Before entering port, Master have to preparing in detail plan bow to enter port. In addition Master have to prepare the followings :

1. Prepare handling of and embarkation of debarkation
2. Mooring line have to be prepared at side estimated to lean
3. Check equipment of navigation according to instruction to enter port
4. If signal directing of dock needed, prepare flag signal
5. Executing inspection of item 2, number item ( 3), ( 4), ( 5) (leaving port)

 

September 10, 2009 Posted by | NAVIGASI | , | Tinggalkan komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 67 pengikut lainnya.