Info Kapal

Ridwan Garcia blog

PERLINDUNGAN MUATAN SELAMA PELAYARAN

Awak Kapal ( Nakhoda dan ABK ) bertanggung jawab atas keselamatan muatan (baik mengenai jumlah maupun mutunya) sejak lepas dari sling muat hingga lepas dari sling bongkar (from sling to sling). Oleh karena itu khusus selama planarian, “Pihak kapal” harus selalu mengawasi dan menjaga muatan yang dibawanya. Penjagaan tersebut ditunjukkan terhadap kerusakan muatan yang disebabkan oleh :

  • – Pengaruh muatan lain
  • – Pengaruh perubahan cuaca;
  • – Penangasan sendiri;
  • – Terkena keringat kapal;
  • – Terkena keringat muatan sendiri atau muatan lain;
  • – Akibat bocornya muatan lai
  •  – Dll.


Usaha yang pertama kali adalah dengan penggunaan dunnage (penerapan) yang tepat . Penerapan adalah bertujuan untuk melindungi muatan dari :
1. Cairan yang bebas (berhubungan langsung dengan air dari got-got, kebocoran dari muatan lain, dari lambung kapal atau dari tangki-tangki dasar berganda/double bottom).

2. Panas yang mendadak (uap air atau keringat yang terjadi pada lambung kapal, kerangka kapal dll yang mengalir ke got – got atau uap air yang mengumpul dan terdapat di side stringer, penopang sekat pemisah dll).
3. Gesekan (mencegah terjadinya gesekan-gesekan dengan muatan lain maupun dengan kulit kapal dan juga dipakai sebagai ganjal agar muatan tidak bergerak – gerak dan juga pengisi ruang yang tidak dapat lagi diisi dengan muatan).
4. Pengembunan atau kondensasi (untuk membagi tegangan yang merata atas adanya muatan – muatan berat guna mendapatkan/memberikan jalan keluar bagi udara dingin).
5. Mencegah pencurian muatan (untuk menghindari terhadap pencurian dengan membentuk penerapan yang mengelilingi muatan yang diperkirakan mudah untuk dicuri).
Dan tentunya harus memenuhi ketentuan pengontrolan atas suhu. Bahan yang digunakan untuk penerapan adalah bermacam-macam ada yang dari bambu, rotan, dll.

Penerapan (dunnage) dapat digolongkan atas 2 (dua) macam :
1. Penerapan Terlepas (loose dunnage) :
seperti papan-papan, balok-balok, kertas, tikar, terpal, sasak, plastik dll.
2. Penerapan Tetap (permanent dunnage) :

adalah penerapan yang memang dipasang secara tetap di kapal seperti :
a. Cargo batten/sweat batten , bilah keringat yaitu penerapan tetap yang dipasang di samping-samping di dalam palka.
b. Spar ceiling atau floor ceiling, penerapan tetap yang dipasang di atas tank top atau dasar palka; juga yang dipasang di loteng palka.
c. Limber boards, penerapan tetap yang dipasang di atas got-got palka.
d. Wooden sheathing, penerapan tetap yang dipasang untuk menutupi pipa-pipa atau untuk dinding yang berbatasan langsung dengan kamar mesin, sebagai penutup tunnel dll.

Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh penerapan (dunnage) :
1. Bahan harus kuat dan kering benar.
2. Jumlah harus mencukupi, yang rusak diganti/diperbaiki.

3. Bukan dari bahan yang hygroskopis atau dari bahan yang karena sifatnya dapat merusak muatan.
4. Penerapan harus benar-benar memenuhi fungsinya.
5. Biaya pengangkutan kecil dan harganya murah.

Jumlah penerapan di kapal sangat bergantung dari :
a) Macamnya kapal
b) Adanya double bottom atau tidak
c) Keadaan udara dan perbedaan temperatur yang dialami selama perjalanan.

Guna Penerapan :

1. Mencegah kerusakan muatan sebagai akibat :
• persentuhan langsung dengan dasar kapal atau dinding kapal.
• free moisture
• adanya kondensasi
• crushing
• chafage
• spontaneous heating

2. Pengelompokan muatan/partai-partai muatan khususnya sehubungan dengan berbagai pelabuhan tujuan.
3. Meninggikan titik berat muatan jika memuat muatan berat seperti rel-rel, plat-plat, besi-besi beton dll.
4. Penerapan dapat berfungsi sebagai ventilasi
5. Pembongkaran cepat dan sistematis
6. Mencegah terjadinya pencurian (pilferage)

PERANGINAN ( Ventilation ) :
Peranginan (ventilasi) bagi ruang muat diperlukan untuk :
1. Menghilangkan panas
2. Menghilangkan gas
3. Mensuplay udara kering untuk membantu dan mencegah kondensasi.
4. Menghilangkan noda – noda yang ada.

Tetapi tujuan utama dari peranginan adalah untuk memberikan aliran udara secara tetap kedalam seluruh ruangan palka. ( apabila kelembaban udara diluar lebih kecil ( lebih rendah ) dari pada kelembaban udara didalam ruangan palka).
Tidak semua komoditas memerlukan peranginan. Panas mungkin ditimbulkan oleh buah segar, kulit binatang yang basah, kutu-kutu dan barang-barang yang mudah terbakar dengan sendirinya.
Gas-gas yang perlu dihilangkan termasuk gas-gas yang mudah terbakar dan gas-gas yang dapat meledak seperti misalnya gas yang dihasilkan oleh batu bara ( gas tambang ), gas-gas buang dari kendaraan-kendaraan yang berada di kapal Ro – Ro;
gas CO2 dan gas-gas yang dihasilkan dari buah-buahan ataupun sayuran yang mulai membusuk.

Kondisi keringat terjadi dalam dua bentuk dasar ialah keringat kapal dan keringat muatan. Keringat kapal akan nampak sebagai butiran-butiran kecil dari uap air yang mengembun dan menempel pada badan yang terbuat dari logam dan secara khusus akan terdapat pada dinding palka bila temperaturnya berada dibawah titik embun udara disekitarnya.
Agar muatan yang diangkut tetap baik kondisinya, maka sangat diperlukan adanya peranginan yang tepat bagi palka – palkanya. Hal ini berlaku pula bagi muatan batu bara, muatan – muatan lain yang menghasilkan gas – gas yang mudah terbakar dan meledak ataupun yang punya kecederungan untuk menyala atau terbakar sendiri,
Demi keselamatan Nakhoda, ABK dan kapalnya sangatlah diperlukan sistem peranginan yang baik dan tepat guna, baik peranginan alami maupun peranginan mekanis, dengan maksud untuk memberikan aliran udara yang tetap kedalam palka – palka serta keseluruhan muatan, dimana panas, uap air, aroma, gas – gas dll yang dihasilkan oleh muatan, dikeluarkan ke udara luar dan diganti udara dengan titik embun yang sesuai dengan kondisi yang diharapkan .

Terdapat 3 (tiga) macam Sistem Peranginan :
1. Sistem Peranginan Alami
2. Sistem Peranginan dengan mengontrol temperatur terhadap aliran udara didalam ruangan yang terpisah. Ini dimaksudkan mengontrol temperatur dan kandungan CO2 yang dihasilkan oleh muatan-muatan tertentu.
3. Sistem utama dari jenis sistem peranginan ini adalah mengurangi titik embun udara didalam ruang muat dengan menghilangkan kelembaban udara sampai suatu titik dimana keringat kapal dan keringat muatan tak akan terbentuk.
Seluruh kegiatan dalam system peragihan ini hanyalah mengontrol titik embun disekitar muatan tanpa maksud untuk merubah temperatur dalam palkah.

Kapan harus dilakukan Peranginan :

  • – Berilah peranginan bila titik embun udara luar lebih kecil daripada titik embun didalam ruang muat.
  • – Batasi atau bahkan dindari peranginan bila titik embun udara luar lebih tinggi daripada temperatur udara didalam palkah.

Untuk memberi peranginan dengan kondisi akan mengakibatkan terjadinya kondensasi pada muatan sebagai akibat masuknya udara luar dengan titik embun lebih tinggi masuk keruang muat dengan titik embun yang lebih rendah.
Keadaan temperatur udara baik diluar maupun didalam ruang muat selalu diperiksa secara teratur dan dicatat dalam buku harian kapal.

September 17, 2009 - Posted by | arsip lama, ship handling

1 Komentar »

  1. bisa di berikan foto nya gak pak??? dunnage tetapnya…n cargo batten…

    Komentar oleh Agunk Bayu | Mei 9, 2013 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: