Info Kapal

Ridwan Garcia blog

GULA / DIABETES

Apa itu Diabetes ?

Darah berfungsi mengantarkan gula dalam bentuk glukosa yang sangat dibutuhkan oleh setiap organ tubuh. Penyakit gula atau Diabetes Melitus (DM) timbul akibat berlebihnya kadar gula dalam darah. Bila keadaan ini berlangsung lama (kronis) maka akan meyebabkan berbagai komplikasi  pada mata, ginjal, syaraf, dan pembuluh darah. Untuk mengukur kadar gula dalam darah dapat dilakukan dengan suatu alat pengukur kadar gula darah yang sekarang cukup mudah didapatkan.

Kadar gula normal dalam darah :

  • kadar glukosa sewaktu :  110 – 200 mg/dl
  • kadar glukosa darah saat puasa : 110 –  126  mg/dl
  • kadar glukosa 2 jam setelah  makan (75  gram glukosa) : 140-200 mg/dl

Sebenarnya terdapat 2 macam kategori diabetes ditinjau dari efek yang ditimbulkan oleh berlebihnya glukosa terhadap kadar hormon insulin. Hormon insulin adalah suatu hormon yang berfungsi untuk mengantarkan glukosa pada organ yang membutuhkannya. Kategori tersebut adalah Diabetes Melitus tipe 1 dan Diabetes Melitus tipe 2.Apa Penyebabnya ?

Pada Diabetes Melitus tipe 1, Keadaan berlebihnya kadar gula (glukosa) dalam darah ini dapat menyebabkan rusaknya sel-sel dalam organ yang menghasilkan hormon insulin. Sehingga kadar insulin dalam tubuh terganggu. Untuk itu diberikan penambahan insulin melalui suntikan dan biasanya penderita akan tergantung pada pemberian insulin tersebut seumur hidupnya.

Untuk Diabetes Melitus tipe 2, kadar hormon insulin dalam tubuh normal namun pada proses transport glukosa dan penangkapannya di organ mengalami penurunan sehingga glukosa akan menumpuk dalam  darah.

Faktor resiko

Kelompok dengan resiko tinggi untuk menderita diabetes antara lain :

  • usia > 40 tahun
  • obesitas (kegemukan)
  • tekanan darah tinggi
  • riwayat keluarga  dengan diabetes melitus
  • riwayat kehamilan denngan berat badan bayi > 4000 gram
  • riwayat  diabetes melitus dalam kehamilan
  • adanya  dislipidemia (tingginya kadar lemak dalam darah seperti kolesterol)

Gejala klinis

Awalnya penderita akan mengeluhkan gejala yang cukup khas seperti : sering haus, sering lapar, sering buang air kecil pada malam hari, lemas, berat badan turun (kurus saja atau pertumbuhan kurang). Sedangkan gejala lain yang sering dikeluhkan antara lain kesemutan, gatal, mata kabur, impotensi pada pria atau rasa gatal pada kemaluan wanita. Kadar gula yang sangat tinggi dapat menyebabkan penurunan kesadaran dan keluhan borok atau luka yang susah sekali untuk sembuh

Pengobatan

Pengobatan pada Diabetes melitus jangka pendeknya adalah untuk menghilangkan gejala/keluhan sedangkan jangka panjangnya adalah untuk mencegah komplikasi yang mungkin terjadi. Selain dengan obat untuk menurunkan kadar gula dalam darah, penderita juga harus memperhatikan sekali diet (makanan sehari-hari)  dan latihan jasmani (olahraga). Khusus untuk penderita Diabetes tipe 1 penderita harus selalu menyuntikan hormon insulin secara teratur dangan dosis tertentu dibawah pengawasan dokter.

Obat untuk menurunkan kadar gula yang umum dipakai adalah golongan sulfonilurea yang berefek merangsang pelepasan dan sekresi homon insulin seperti : klorpropamid, glibenklami, glipisid, glikasid, glikuidon, glimepirid, selain itu ada pula golongan biguanid yang berfungsi menurunkan kadar glukosa dalam darah (obat ini banyak dipakai pada penderita diabetes yang gemuk) contohnya metformin dan golongan penghambat glukosidase yang berfungsi penurunkan penyerapan glukosa pada saluran cerna contohnya acarbose.

Yang dapat anda lakukan:

  • Periksa dokter bila menduga menderita diabetes
  • Ikuti diet rendah gula seumur hidup deperti anjuran dokter/ahli gizi
  • Bila kelebihan berat badan, turunkan berat badan (pada kasus tipe II yang ringan, hanya dengan diet rendah gula dan kontrol berat badan bisa mengontrol diabetes).
  • Latihan olahraga secara teratur, olahraga dapat menurunkan kadar gula/ lemak, membuat jantung kuat, membantu menurunkan berat badan dan mengurangi stres.
  • Minum obat resep dokter secara teratur.
  • Pantau kadar gula darah/urin setiap hari.
  • Periksa kesehatan umum secara berkala.
  • Periksa kesehatan kaki secara teratur untuk tanda-tanda cedera.

Tindakan dokter untuk anda:

  • Memastikan diagnosa dengan pemeriksaan darah.
  • Memberi resep obat anti-diabetes dan atau suntikan insulin, melatih cara menyuntik sendiri.
  • Melatih cara memantau kadar gula urin/darah.
  • Mengawasi timbulnya komplikasi dan mengobatinya.

Lokasi suntikan insulin:

  1. Perut penyerapan tercepat
  2. Lengan penyerapan sedang
  3. Paha penyerapan lambat
  4. Pantat penyerapan lambat
  5. Selebar telapak tangan
  6. Kulit
  7. Jaringan bawah kulit
  8. Otot
  9. Suntikan insulin kejaringan bawah kulit(antara kulit dan lapisan otot)

Perawatan kaki:

  1. Keringkan kaki dengan baik dengan cara menepuk perlahan-lahan dengan handuk lembut. Keringkan dengan baik ruang sela jari untuk mencegah pertumbuhan jamur.
  2. Periksa kaki setiap hari untuk melihat adanya lepuhan, lecet, garukan, perubahan warna kulit, kalus dan kuku ibu jari yang tumbuh kedalam. Konsultasi kedokter bila timbul salah satu tanda diatas.
  3. Gantilah setiap hari kaus kaki atau stocking yang bersih dan enak dipakai dan tanpa lubang atau sobekan. Kaus kaki katun atau wool lebih baik daripada nylon karena nylon akan menyebabkan keluar keringat.
  4. Jaga agar kaki selalu hangat dan kering. Pakailah sepatu kulit yang lembut sehingga memungkinkan kulit kaki untuk bernafas.
  5. Cuci kaki setiap hari dengan air hangat dan sabun.perhatikan agar selalu mencuci sela-sela jari.
  6. Potonglah kuku dengan lurus. Kikir pinggir-pinggirnya dengan halus.
  7. Jagalah kelembutan kulit, tungkai dan telapak kaki dengan mengoleskan lanolin, tetapi jangan mengoleskan dibagian sela-sela jari. Jangan gunakan vaselin. Apabila cenderung berkeringat banyak, taburi kaki dengan bedak untuk kaki atau bedak bayi.
  8. Periksa kaki setiap hari untuk tanda-tanda pecah-pecah, batu kecil, kuku dan setiap permukaan kasar yang mungkin bisa mengiritasi kulit.
  9. Janganlah berjalan kaki tanpa alas kaki baik di dalam atau di luar rumah. Pakailah sepatu, sandal yang enak dan sesuai dengan ukuran kaki.
  10. Jangan merendam kaki dalam air panas atau memakai botol air panas di kaki. Gunakan plester tanduk & alat perawatan kaki yang dijual bebas.

Latihan olahraga yang dianjurkan bagi penderita Diabetes:

  1. Latihan berdiri di atas jari kaki
    • Berdiri berpegangan pada punggung kursi
    • Angkat dan turunkan tubuh dengan berdiri di atas jari-jari kaki.
    • Ulangi sampai 20 kali
  2. Menggoyang-goyangkan kaki
    • Berdiri, tangan yang sebelah berpegangan pada pinggir meja
    • Satu kaki diletakkan di atas buku tebal/bangku pendek
    • Gerakkan kaki yang sebelah ke depan dan kebelakang sampai 10 kali.
    • Ulangi untuk kaki yang sebelah sebanyak 10 kali.
  3. Peregangan betis
    • Letakkan kedua telapak tangan di dinding
    • Jauhkan letak kedua kaki dengandinding dan telapak tetap menempel lantai.
    • Tekuk kedua lengan 10 kali dengan selalu menjaga punggung dan lutut lurus dan tungkai tidak diangkat.
    • Setiap kali menekuk lengan, pertahankanposisi sampai 10 detik.
  4. Menekuk lutut
    • Pegang punggung kursi dengan sebelah tangan
    • Tekuklah lutut dalam-dalam dengan punggung tetap lurus
    • Ulangi 10 kali (mulai dengan 5 kali dan tingkatkan perlahan-lahan).
  5. Berjalan-jalan setiap hari
    • Berjalan-jalan setiap hari sekitar setengah sampai satu jam.
    • Usahakan untuk memperpanjang waktu berjalan-jalan setiap minggu
  6. Menggelindingkan bola dengan kaki
    • Duduk diatas kursi dengan punggung tegak, dengan kedua kaki diletakkan di atas bola
    • Cengkeram bola dengan jari-jari kaki, kemudian lepaskan cengkeraman
    • Ulangi beberapa kali pada setiap kaki
    • Latihan ini sangat baik dilakukan sambil menonton televisi.

Rumah sakit atau Instansi yang bisa dihubungi (Bagian Diabetes):

  • RSU Dr. Cipto Mangunkusumo Telp. 21-3907703
  • Klub Diabetes RS Fatmawati Telp. 21-7501024
  • RS. Advent Bandung Telp. 22-234385
  • RSU Hasan Sadikin Bandung Telp. 22-234953
  • RSU Dr. Kariadi Telp. 24-413476
  • RSU Dr. Pirngadi Telp. 61-536022
  • RSU Dr. Sardjito Telp. 274-587333
  • RSU Dr. Soetomo Telp. 31-5340061
  • RSU Panti Rapih Telp. 274-514845
  • RSU St. Elizabeth Semarang Telp. 24-310076

Pencegahan

Untuk mencegah penyakit gula yang telah ada menjadi komplikasi yang lebih parah maka penderita diabetes harus memperhatikan diet dan olahraga.

Perencanaan makan

Jumlah kalori disesuaikan dengan pertumbuhan, status gizi, umur, stress yang ada, dan kegiatan jasmani untuk mencapai berat badan ideal. Komposisi seimbang yang  dianjurkan  adalah

  • karbohidrat (60-70%),
  • protein (10-15%),
  • lemak (20-25%),
  • jumlah kandungan serat ± 25 gram/hari, diutamakan serat yang larut misalnya yang banyak terdapat pada sayur dan buah.
  • konsumsi garam dibatasi (bila hipertensi), dan pemanis digunakan secukupnya.

Tabel di bawah ini yang menunjukkan contoh lima kelompok makanan: makanan pokok, lauk pauk, sayuran, makanan ringan/siap santap, buah-buahan, dan minuman.

Tabel contoh kelompok makanan

Jenis makanan A B C
Makanan pokok nasi roti kentang goreng
Lauk pauk pepes ikan sate rendang
Sayuran sayur bening sayur lodeh buntil
Siap santap ketoprak hamburger pizza
Buah-buahan apel pisang anggur
Makanan ringan lemper kroket lapis legit
Minuman teh, kopi es campur minuman ringan

Makanan dalam kelompok A bisa dibilang berkomposisi paling baik, karena mengandung serat dan atau rendah hidrat arang olahan serta rendah lemak. Sementara golongan C kurang baik karena kandungan gulanya tinggi, rendah atau tanpa serat, dan terlalu banyak lemak. Jadi, dianjurkan untuk memilih A atau B, bukan C. Nasi lebih baik daripada bubur, karena kandungan serat lebih baik sehingga lebih lama bertahan di usus. Pemanis gula bisa diganti dengan pemanis buatan.

Ahli gizi dr. Andry Hartono D.A. Nutr., dari RS Panti Rapih, Yogyakarta menyarankan pola 3J, yakni: jumlah kalori, jadwal makan, dan jenis makanan.

Bagi penderita yang tidak mempunyai masalah dengan berat badan tentu lebih mudah untuk menghitung jumlah kalori sehari-hari. Caranya, berat badan dikalikan 30. Misalnya, orang dengan berat badan 50 kg, maka kebutuhan kalori dalam sehari adalah 1.500 (50 x 30). Kalau yang bersangkutan menjalankan olahraga, kebutuhan kalorinya pada hari berolahraga ditambah sekitar 300-an kalori. Jadwal makan pengidap diabetes dianjurkan lebih sering dengan porsi sedang. Maksudnya agar jumlah kalori merata sepanjang hari. Tujuan akhirnya agar beban kerja tubuh tidak terlampau berat dan produksi kelenjar ludah perut tidak terlalu mendadak.

Di samping jadwal makan utama pagi, siang, dan malam, dianjurkan juga porsi makanan ringan di sela-sela waktu tersebut (selang waktu sekitar tiga jam). Yang perlu dibatasi adalah makanan berkalori tinggi seperti nasi, daging berlemak, jeroan, kuning telur. Juga makanan berlemak tinggi seperti es krim, ham, sosis, cake, coklat, dendeng, makanan gorengan. Sayuran berwarna hijau gelap dan jingga seperti wortel, buncis, bayam, caisim bisa dikonsumsi dalam jumlah lebih banyak, begitu pula dengan buah-buahan segar. Namun, perlu diperhatikan bila penderita menderita gangguan ginjal, konsumsi sayur-sayuran hijau dan makanan berprotein tinggi harus dibatasi agar tidak terlalu membebani kerja ginjal.

Diet kalori terbatas

Penderita bisa mengikuti contoh susunan menu diet B untuk 2.100 kalori (Simbardjo dan Indrawati, B.Sc. dari bagian ilmu gizi RSUD Dr. Sutomo Surabaya) seperti pada Tabel 1. Diet B tinggi serat itu termasuk diet diabetes umum, yang tidak menderita komplikasi, tidak sedang berpuasa atau pun sedang hamil.

Menu diet B terdiri dari:
  • Protein
  • Lemak
  • Karbohidrat
  • Kolesterol
  • 65.49 g
  • 45.89 g
  • 377.45 g
  • 112.5 mg
Makan pagi (pk. 06.30)
  • Nasi
  • Daging
  • Tempe
  • Sayuran A
  • Sayuran B
  • Minyak
  • 110 g
  • 25 g
  • 25 g
  • 100 g
  • 25 g
  • 5 g
Selingan (09.30)
  • Pisang
  • 200 g
Makan siang (12.30)
  • Nasi
  • Daging
  • Tempe
  • Sayuran A
  • Sayuran B
  • Minyak
  • 150 g
  • 40 g
  • 25 g
  • 100 g
  • 50 g
  • 10 g
Selingan (15.30)
  • Pisang/kentang
  • Pepaya
  • 200 g
  • 100 g
Makan malam (18.30)
  • Nasi
  • Daging
  • Tempe
  • Sayuran A
  • Sayuran B
  • Minyak
  • 150 g
  • 25 g
  • 25 g
  • 100 g
  • 50 g
  • 10 g
Selingan (21.30)
  • Pisang/kentang
  • Pepaya
  • 200 g
  • 100 g

Di sini diberikan pula contoh menu yang dapat diikuti (20 unit atau 1.600 kalori):

Makan pagi
  • Setangkap roti tawar
  • Sebutir telur ayam
  • 1 sendok teh selai
  • 1 gls susu skim
  • 1,50 unit
  • 1,25 unit
  • 0,25 unit
  • 0,75 unit
Selingan (di kantor):
  • Arem-arem
  • Teh tanpa gula
  • 2,75 unit
Makan siang:
  • Nasi putih
  • Daging cah kembang kol
  • Sayur bening bayem
  • Pepaya
  • 1,25 unit
  • 3,00 unit
  • 0,25 unit
  • 0,50 unit
Selingan sore
  • Serabi pandan (kue basah)
  • 1 gls jus melon
  • 1,75 unit
  • 0,50 unit
Makan malam
  • Nasi, sayur, daging, ikan goreng, gado-gado
  • 1 gls jus tomat
  • 3,75 unit
  • 0,25 unit
Selingan malam
  • 1 pisang ambon
  • 1,25 unit

Untuk wanita, kebutuhan dasar adalah (Berat Badan Ideal x 25 kalori) ditambah 20% untuk aktivitas. Sedangkan untuk pria, (Berat Badan Ideal x 30 kalori) ditambah 20% untuk aktivitas.

Untuk menentukan berat badan ideal (BBI) bisa diambil patokan:

BBI = Tinggi Badan (cm) – 100 cm – 10%.

Contoh, seorang pria bertinggi badan 164 cm, berat badan 70 kg, maka BBI = 64 kg – 10% = 58 kg. Kebutuhan kalori dasar = 58 x 30 kalori = 1.740 kalori. Ditambah kalori aktivitas 20% = 2.088 kalori. Jadi, pria ini memerlukan diet sekitar 2.000 kalori sehari.

Namun, rumusan ini tidak mutlak. Bila pasien sedang sakit, aktivitas berubah, atau berat badan jauh dari ideal, maka kebutuhan kalori akan berubah. Bila berat badan berlebih, jumlah kalori dikurangi dari kebutuhan dasar. Sebaliknya, bila pasien mempunyai berat badan kurang, jumlah kalori dilebihkan dari kebutuhan dasar. Begitu berat badan mencapai normal, jumlah kalori disesuaikan kembali dengan kebutuhan dasar.

Prinsip makan selanjutnya adalah menghindari konsumsi gula dan makanan yang mengandung gula. Juga menghindari konsumsi hidrat arang olahan yakni hidrat arang hasil dari pabrik berupa tepung dengan segala produknya. Ditambah lagi mengurangi konsumsi lemak dalam makanan sehari-hari (lemak binatang, santan, margarin, dll.), sebab tubuh penderita mengalami kelebihan lemak darah.

Yang perlu diperbanyak justru konsumsi serat dalam makanan, khususnya serat yang larut air seperti pektin (dalam apel), jenis kacang-kacangan, dan biji-bijian (bukan digoreng).

Bila penderita juga mengalami gangguan pada ginjal, yang perlu diperhatikan adalah jumlah konsumsi protein. Umumnya, digunakan rumus 0,8 g protein per kilogram berat badan. Bila kadar kolesterol/trigliserida tinggi, disarankan melakukan diet rendah lemak. Bila tekanan darahnya tinggi, dianjurkan mengurangi konsumsi garam.

Latihan jasmani

Dianjurkan untuk melakukan latihan dengan teratur 3-4 kali seminggu selama ± 0,5 jam. Latihan yang dianjurkan adalah jalan kaki, joging, lari, renang, bersepeda dan mendayung. Jangan memulai olahraga sebelum makan, memakai sepatu yang pas, selalu membawa permen, dan memeriksa kaki secara cermat setelah olahraga karena sering terjadi luka di kaki tanpa disadari.

Tips umum pencegahan:

  • Bila kegemukan, turunkan berat badan.
  • Lakukan latihan aerobik (berenang, sepeda, joging/jalan cepat) paling tidak tiga kali seminggu, setiap kali 15-60 menit, sampai terengah-engah tanpa sesak napas.
  • Minum gula sesedikit mungkin/seperlunya karena bukan merupakan bagian penting dari diet. Zat karbohidrat (misal beras, cereal, bakmi, roti, kentang) bisa memenuhi kebutuhan zat gula yang diperlukan tubuh.
  • Setelah umur 40 thn, periksa kadar gula urin anda setiap tahun terutama bagi anda dengan riwayat keluarga penderita diabetes

Januari 15, 2011 - Posted by | macam dan jenis penyakit |

1 Komentar »

  1. herbal kristal algae juga bagus untuk mengurangi gejala diabetes dan penyakit lainnya. Cukup sekali beli karena herbal ini bisa berkembang biak

    Komentar oleh kerjatop | Maret 29, 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: