Info Kapal

Ridwan Garcia blog

Rekomendasi IMO tentang upaya meningkatkan factor keselamatan kapal penumpang dan amandemen SOLAS Regulation III/17-1

Posted by Capt. Hadi Supriyono, MM, M.Mar

Sejak musibah tenggelamnya kapal Senopati Nusantara danLevina II pada awal tahun 2007 yang lalu, pemerintah Indonesia telah melakukan upaya-upaya peningkatan pengawasan terhadap pengoperasian kapal-kapal penumpang, khususnya yang dioperasikan secara domestic.

Pada akhir tahun 2007, bekerja sama dengan secretariat IMO melalui ITCP (Internasional Technical Cooperation Program), Indonesia telah melakukan seminar-semianr nasional dan internasional dalam upaya memecahkan masalah-masalah yang timbul serta kendala-kendala yang ada dalam pengoperasian kapal-kapal penumpang secara selamat dan aman.
 
Di IMO, agenda sidang tentang bagaimana meningkatkan keselamatan pelayaran, tidak pernah henti-hentinya dibahas, baik melalui sidang-sidang tingkat sub-komite maupun komite.
Pada sidang MSC (Maritime Safety Committee – Komite Keselamatan Maritim) sesi ke 90, yang dilaksanakan di Markas IMO pada tanggal 16 – 25 Mei 2012, dipicu oleh musibah kandasnya kapal Costa Concordia di perairan Italia pada bulan Januari lalu, sidang telah membahas rekomendasi sementara untuk meningkatkan keselamatan pada kapal-kapal penumpang, yang pada akhirnya sidang mampu menetapkan resolusi dengan mendapat persetujuan secara aklamasi dari mayoritas delegasi yang hadir pada sidang tersebut.
Resolusi yang di adopsi pada sidang MSC tersebut meminta kepada semua Negara anggota IMO untuk meminta kepada perusahaan-perusahaan pelayaran yang mengoperasikan kapal penumpang, agar meninjau kembali pelaksanaan aturan-aturan keselamatan, terutama secara operasional. Oleh karena rekomendasi atau himbauan ini tidak bersifat wajib (voluntary basis), maka harus dilihat dari tingkat urgensi dan efisiensinya (with all possible urgency and efficiency), dengan memperhatikan rekomendasi sementara secara operasional sesuai dengan yang terdapat pada poin-poin surat edaran dari MSC.
Rekomendasi sementara sesuai dengan edaran MSC tersebut antara lain:
·       membawa rompi-penolong (life-jacket) tambahan, harus disiapkan di ruangan/tempat umum, di muster/assembly station, di geladak atau di sekoci-penolong, sehingga pada keadaan darurat penumpang tidak harus kembali ke ruangannya untuk mengambil rompi-penolong;
·       melakukan latihan keadaan darurat terutama untuk para penumpang yang baru naik kapal sebelum kapal berangkat apabila pelayaran yang akan ditempuh lamanya 24 jam atau lebih;
·       membatasi orang-orang datang/naik ke anjungan, khususnya pada waktu kapal berolah gerak atau sesuai dengan ketentuan harus meningkatkan kewaspadaan bernavigasi, misalnya pada waktu tiba/berangkat dari pelabuhan, perairan ramai, daya tampak terbatas karena kabut, hujan dll; dan
·       meyakinkan bahwa rancangan pelayaran kapal (ship’s voyage plan) telah dilaksanakan sesuai dengan panduan yang diberikan oleh IMO, bila perlu sesuai dengan panduan rancangan pelayaran bagi kapal-kapal beroperasi di wilayah perairan terpencil
Adopsi resolusi tersebut diatas berawal dari informasi yang disampaikan oleh pemerintah Itali melalui delegasinya yang hadir pada sidang MSC 90, yaitu hasil sementara investigasi terhadap kandasnya kapal Costa Concordia. Usulan Italia melalui intervensinya, disambut baik oleh delegasi dari berbagai Negara anggota yang lain dan dari Cruise Industry Operational Safety Review.
Resousi tersebut menghimbau “Negara Anggota IMO dan semua pemangku kepentingan pengoperasian kapal penumpang, untuk mengambil langkah-langkah penting, bahwa standard keselamatan yang ada telah dilaksanakan secara penuh dan effective”.
Secara prinsip, sidang MSC juga menyetujui rencana aksi untuk jangka panjang membahas tentang keselamatan kapal penumpang sambil menunggu hasil akhir investigasi terhadap kecelakaan kapalCosta Concordia.
Sekjen IMO Koji Sekimizu menyambut baik hasil dari sidang MSC tersebut dan meminta untuk mengambil tindakan-tindakan yang tepat-waktu dan tepat-guna dalam merespons terhadap kecelakaan Costa Concordia.
Sidang MSC juga menyetujui untuk mengadopsi rancangan persyaratan baru pada SOLAS (Peraturan baru III/17-1) pada sidang MSC 91, tentang persyaratan kapal penumpang yang harus memiliki rancangan dan prosedur untuk menolong orang yang jatuh ke laut, dan dilengkapi dengan pedoman yang relevan, termasuk kapal yang berlayar bukan pada perairan internasional (pelayaran domestic).
 
Dengan diadopsinya resolusi diatas dan rencana diadopsinya Regulasi III/17-1 pada sidang MSC 91 bulan Mei 2013 yang akan datang, adalah merupakan tambahan beban bagi pemerintah Indonesia, khususnya Direktorat Perkapalan dan Pelayaran, Ditjen Perhubungan Laut, untuk membuat aturan-aturan nasional serta sosialisai ke semua pemangku kepentingan (khususnya perusahaan pelayaran yang mengoperasikan kapal penumpang) dan melakukan pengawasan terhadap pengoperasian kapal-kapal penumpang domestic maupun internasional secara lebih intensif.
  • Catatan blogger Ridwan Garcia

Video di bawah ini tambahan sebagai informasi bagi para pembaca

Agustus 1, 2012 - Posted by | hukum international

2 Komentar »

  1. info dan blog yang sangat bagus pak. terima kasih, ini adalah ilmu yang sangat berharga, semoga kedepan semua pemangku kepentingan, dapat menyadari bahwa safety adalah hal yang paling utama. bukan hanya bisnis semata yang harus dipikirkan.

    Komentar oleh Mas Zaenal Rakhman | Juli 1, 2014 | Balas

  2. kalau semua bs diatur itu harapan semua orang tp dilapangan di neg NKRI tdk mudah karena culture masyarakat kita tdk mudah u menerima jadi perli waktu.tks

    Komentar oleh ir Dinno MH | Agustus 4, 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: