Info Kapal

Ridwan Garcia blog

Bridge Navigational Watch Alarm System (BNWAS)

Posted by Capt. Hadi Supriyono, MM, M.Mar

BNWASSetiap saya mengajar ECDIS, selalu terbayang dalam pikiran saya…….dengan peralatan yang serba modern, posisi kapal, kecepatan kapal dan keberadaan kapal2 disekitar kapal kita dapat dimonitor dari satu tempat yaitu display ECDIS………….. kemudian, apa yang dikerjakan Mualim Jaga di anjungan pada saat berlayar di laut lepas ya? Apa Mualim Jaga tidak ngantuk? Bahkan tertidur? Apalagi kalau dinas jaga tengah malam (00.00 – 04.00). Namun pemikiran saya tersebut segera sirna setelah saya mengingat ada persyaratan peralatan baru yang harus dipasang di anjungan….yaitu BNWAS.

 
Apakah BNWAS itu?
BNWAS adalah singkatan dariBridge Navigational Watch Alarm System, atau sistim alarm dinas-jaga navigasi di anjungan, yaitu peralatan yang dipasang di anjungan, yang secara otomatis akan berbunyi (al

BlockDiagramBig (1)

arm) apabila Mualim Jaga tertidur, atau terdeteksi tidak melakukan sesuatu terhadap tindakan yang seharusnya dilakukan oleh Mu
BNWAS mulai diperkenalkan melalui amandemen SOLAS 1974 BAB V Peraturan 19, yaitu atas persetujuan anggota IMO pada sidang Maritime Safety Commiittee yang ke 86 (MSC 86) yang dituangkan ke dalam Resolusi MSC nomor 282(86) pada tanggal 5 Juni 2009.alim Jaga(terdeteksi ada ketidakmampuan secara fisik dari pada Mualim jaga), atau meninggalkan anjungan cukup lama.
Sesuai dengan ketentuan, BNWAS ini akan secara otomatis aktif apabila kemudi kapal diletakkan pada posisi “auto-pilot” (fungsi kemudi otomatis).
Persyaratan minimum BNWAS sesuai dengan ketentuan International Maritime Organization (IMO) adalah memiliki fungsi satu tahap diam (dormant stage) dan 3 tahap alarm (alarm stage), kecuali pada kapal-kapal penumpang, alarm tahap ke 2 boleh

Screen shot 2013-04-17 at 14.45.55

dihilangkan.
Tahapan alarm pada BNWAS standard:
Tahap 1: ketika kemudi dipindahkan pada posisi ‘autopilot’ Mualim Jaga diminta untuk menunjukkan keberadaannya oleh sistim BNWAS setiap 3 – 12 menit yang ditandai oleh lampu cerlang pada sensor peralatan. Yaitu dengan cara melambaikan tangan di depan sesnsor gerakan, atau menekan tombol tertentu pada sistim BNWAS seba
gai tanda konfirmasi, atau memberikan tekanan pada bagian badan dari BNWAS.
Tahap 2: apabila konfirmasi keberadaan Mualim jaga tidak diperoleh dalam waktu 15 detik pada Tahap 1, alarm akan berbunyi di ruang anjungan, dan apabila 15 detik berikutnya juga tidak ada konfirasi, alarm di ka
mar Nakhoda atau Mualim I akan berbunyi. Untuk menghentikan alarm, maka Nakhoda atau Mualim I harus mematikannya dengan tombol yang ada di anjungan. Tidak dapat dilakukan dari kamar.
bnwas

enit, tergantung dari ukuran kapal), alarm akan berbunyi di ruang-ruang atau lokasi2 di kapal dimana biasanya selalu ada orang (misTahap 3: Apabila Nakhoda atau Mualim I tidak mematikan alarm dalam waktu tertentu (antara 90 detik sampai 3 m

IMO juga mensyaratkan bahwa BNWAS ini harus juga dapat digunakan untuk fungsi keadaan darurat, dimana orang-oran
g yang ada di anjungan dapat mengaktifkan alarm pada Tahap 2 dan 3 apabila menghendaki pertolongan dalam keadaan darurat.alnya salon, ruang rekreasi, dsb).
Persyaratan secara rinci standar kinerja (performance standards) BNWAS ini dapat dilihat pada Resolusi MSC nomor 128(75)
Jadwal pemberlakuan BNWAS di kapal-kapal sesuai dengan ketentuan SOLAS Bab V Peraturan 19 adalah

BNWAS3

sebagai
 berikut:
·      July 2011: kapal barang (cargo ship) baru 150 gt atau lebih;
·      July 2011: semua kapal penumpang tanpa melihat ukurannya;
·      July 2013: kapal barang antara 500 dan 3,000 gt;·      July 2012: kapal barang 3.000 gt atau lebih;
·      July 2014: semua kapal antara 150 dan 500 gt;

 

April 17, 2013 - Posted by | NAVIGASI

4 Komentar »

  1. salam pelaut,
    mau tanya Capt, bgmna alat ini dapat mengetahui kalau yang menekan tombol itu adalah benar seorang Mualim.

    Komentar oleh Calvin | Agustus 19, 2013 | Balas

    • system BNWAS hanya bisa di matikan dgn cara mengaktipkan kunci pematinya. dan kunci tsb harus di pegang sama nakhoda di simpan di tempat yg aman.
      jika di atas kapal perwira atau nakhoda mau mencoba/test alarm bisa memberitahukan ke semua crew kapal bhawa kapal akan ada pengetesan system alarm BNWAS

      Ringkasan : alarm BNWAS hanya akan bekerja system sensor jika selama dalam pelayaran di mana crew member tak melakukan activitasnya yg sebenarnya ( seperti tertidur , taka ada perwira jaga di anjungan – jika tak ada aktivitas pergerakan manusia maka alat ini akan secara otomatis akan berbunyi yg menandakan bahwa di anjungan tak ada orang atau perwira jaga dan juru mudi atau pengamat lain telah meninggalakan ajungan)

      Jika kapan sandar dan dan ingin mematikan system alarmnya cukup mematikan alarm tersebut dgn kunci pemati alarm yg memang sudah di design dari system tersebut /thanks

      Komentar oleh Ridwan Garcia | Agustus 25, 2013 | Balas

  2. salam kenal
    mau tanya capt, apakah dengan bertambahnya alat2 navigasi ini, semua peralatan di atas kapal di wajibkan untuk seorang perwira kapal harus bisa mengoperasinya.
    pokok masalahnya mungkin sebagian banyak negara2 maju uda mengoperasikanya.
    bagaimana bila di indonesia yang saat ini sebagian banyak blm memasang Ecdis beserta alat yg lainya.
    untuk kami yang bekerja di perairan indonesia mungkin alat ini seperti ecdis blm mampu kami operasikan. alangkah bagusnya capten ridwan bisa membantu kami untuk memposting sistim cara pengoperasianya yaitu Ecdis. untuk pengambilan sertifikat Ecdis saya sudah menyelesaikan diklat.
    tapi sampai saat ini sudah lupa untuk mengoperasikan.
    apalagi tahun depan sudah di wajibkan semua ardama harus memasang alat ecdis.
    terima kasih salam hangat slalu

    Komentar oleh mr.arupala | Juni 8, 2013 | Balas

    • insyalloh jika ada waktu, system ecdis banyak sekali tergantung dari jenis perangkat apa yg mau di masukan , ada transat, ada JRC, Foruno dan sebagainya. tapi pada perinsipnya cara kerja mereka hampir sama hanya ada perbedaan dalam istilah saja. thanks

      Komentar oleh Ridwan Garcia | Agustus 25, 2013 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: