Info Kapal

Ridwan Garcia blog

Saudi Aramco

Sudah lama juga aku tak update di blog, kebetulan hari ini kapal  tak ada kegiatan dan kapal sdg sandar di west pier, Rastanura Saudi Aramco kebetulan sekali kita sudah selesai dgn semua kegiatan di atas kapal, hari ini aku hanya ingin masukan info kepada rekan rekan pelaut mengenai Saudi aramco, bagi kalian yg akan atau suatu hari nanti kapal kalian di charter atau anda akan kerja di saudi aramco hal hal yg harus di persiapkan untuk para perwira kapal khusus Captain, chief officer and Chief engineer harus mempersiapkan diri dgn sebaik baiknya untuk menghadapi test yg akan di lakukan test oleh aramco sebelum kapal anda di on hire,

karena  semua kapal kapal yg akan beroperasi disini akan di lakukan  inspection sesuai aramco standard dan itu adalah bagian  yg wajib di lakukan , bukan hanya kapal  saja yang harus siap dgn segala persyaratan yg di tentukan pihak Aramco tetapi juga para operator yaitu para nakhoda , mualim satu dan kepala kamar mesin akan mendapat juga  beberapa test yg akan di ujikan ke pada para pleaut yg akan berkerja di area aramco

Baca lebih lanjut

Juni 18, 2014 Posted by | arsip lama | Tinggalkan komentar

Indonesia Terpilih Kembali Menjadi Anggota Dewan IMO

Posted by Capt. Hadi Supriyono, MM, M.Mar

Pendahuluan

Screen shot 2013-12-09 at 15.30.51
Sebagaimana yang pernah saya tulis pada blog saya ini, bahwa badan tertinggi di Internasional Maritime Organization (IMO) adalah Assembly (Paripurna). secara regular, sidang Assemblyini dilaksanakan setiap 2 (dua) tahun sekali, dan biasanya dijadwalkan pada akhir tahun. Pada tahun ini, IMO telah menggelar sidang Assembly sesi ke 28 dari tanggal 26 November sampai tanggal 4 Desember 2013 yang lalu. Sidang Assembly diikuti oleh semua anggota IMO, dan pengamat baik dari organisasi antar negara maupun dari organisasi bukan negara (Non Government Organization).
Pada sidang Assembly ini dibahas masalah-masalah penting yang merupakan bahan dari sidang-sidang Council (Dewan), Committee, dan sub-committee selama 2 tahun terakhir. Dari sidang Assembly ini biasanya dikeluarkan resolusi2 penting yang sudah disepakati oleh anggota IMO, pada pertemuan-pertemuan sebelumnya.
Tidak kalah pentingnya, setiap penyelenggaraan sidang Assembly ini, adalah pemilihan kembali anggota Dewan IMO (IMO Council Member).
Baca lebih lanjut

Februari 9, 2014 Posted by | arsip lama | Tinggalkan komentar

Selayang pandang AIS

Capt. Hadi Supriyono, MM, M.Mar

Pembuka

AIS adalah singkatan dari Automatic Identification System yaitu sistim yang dapat memberikan informasi secara otomatis tentang data-data suatu kapal kepada kapal lain dan pemangku jabatan di suatu Negara pantai.
Prinsip kerja AIS:
AIS bekerja dengan menggunakan frequensi sangat tinggi (Very High Frequency – VHF), yaitu antara 156 – 162 MHz. Sistim yang ada secara umum ada 2 jenis, yaitu AIS Class A dan AIS Class B. Namun AIS yang sesuai dengan standard IMO adalah AIS Class A (IMO Resolution A.917(22)), yaitu AIS yg menggunakan skema akses komunikasinya menggunakan sistim SO-TDMA (Self-organized Time Division Multiple Access) sedangkan AIS Class B menggunakan sistim CS-TDMA (Carrier-sense Time Division Multiple Access). Daya pancaran AIS Class A sampai dengan 12,5 watt sedangkan AIS Class B hanya 2 watt, dan fasilitas lainnya yang dimiliki oleh AIS Class A lebih lengkap dbanding dengan AIS Class B. Perbedaan secara singkat antara kedua jenis AIS tersebut adalah:
Baca lebih lanjut

Juli 24, 2012 Posted by | arsip lama | Tinggalkan komentar

Bunkering procedure

Bunkering procedure

Sebagai awak kapal, khususnya orang mesin harus memahami system dari bunkering procedure, aku orang deck tapi tak ada salahnya juga aku bahas tentang bunkering procedure
aktual dan rincian praktis dari proses pengisian bahan bakar minyak. Semua jenis kapa membutuhan bahan bakar minyak,(FO, Lube oil dll )dan oleh karena itu adalah sangat penting bagi setiap awak kapal untuk memahami proses pengisian bahan bakar yg sebenarnya.

Pra-persiapan pengisian bahan bakar.

Aspek yang paling penting dari operasi pengisian bahan bakar adalah “daftar”, yang merupakan bagian dari safety management system (SMS) dan ISM, untuk menghilangkan kemungkinan kesalahan dan kelalaian human error dan lainnya. pra-pengisian bahan bakar harus diikuti oleh Chief Engineer (C / E), sesuai check list pre bunkering procedure. Chief engineer adalah orang yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan pengoperasian pengisian bahan bakar. Sebelum pengisian bahan bakar, biasanya masinis 3 atau 4 akan, mengambil “Soundings” dari tangki ke tangki bahan bakar dan di hitung volume bahan bakar minyak yg tersedia di setiap tangki bahan bakar minyak kapal. Kemudian Bunker-direncana dibuat perencanaan yg mau di distribusikan dari jumlah total minyak yg akan di terima untuk setiap tangki..

Baca lebih lanjut

November 26, 2011 Posted by | arsip lama | Tinggalkan komentar

Bunkering procedure


Sebagai awak kapal, khususnya orang mesin harus memahami system dari bunkering procedure, aku orang deck tapi tak ada salahnya juga aku bahas tentang bunkering procedure
untuk memahami aktual dan rincian praktis dari proses pengisian bahan bakar minyak yg akan di muat ke kapal kita wajib mengikuti tahapan tahapan yg baik

Pengisian minyak bisa di lakukan di pelabuhan minyak, seperti pertamina, atau bunker barge/tanker atau dgn mobil truck. kalau di singapore hampir kebanyakan kapal kapal menerima minyak via bunker barge dan untuk kapal kapal kecil seperti tug boat dan sebagainya via kura kura ninja ( ini hanya julukan yg di buat sama anak anak pelaut indonesia) dia bunker barge juga cuma kecil dan terbuat dari kayu dan cukup besar kapal kayunya. biasa di sebut ST .  singapore adalah salah satu negara yg mempunyai quality control management yang baik, salah satu bunker documentation yg biasa akan kita terima adalah

  • pre delivery safety checkist
  • bunker requisition form
  • non cargo tank declaration/inspection form
  • tank gauging/calculation
  • bunker delivery note

Semua jenis kapal apanpun pasti  membutuhan bahan bakar minyak,(FO,  Lube oil dll )dan oleh karena itu adalah sangat penting bagi setiap awak kapal untuk memahami proses pengisian bahan bakar yg sebenarnya

Baca lebih lanjut

Mei 25, 2011 Posted by | arsip lama | | 2 Komentar

Planned maintenance system and ISM Code

Yg namanya PMS sudah pasti berhubungan dgn paper work, tapi itu memang di haruskan dan wajib bagi kita pelaut. khusus bagi kapal kapal di atas  500 Grt. di bawah itu jika mau mereka bisa menjadi volentir. manfaat PMS baik buat si pelaut , perusahaan, dan juga perawatan yg terencana. semua perusahaan pelayaran tentu mempunyai perbedaan tapi pada prinsipnya sama yg mengacu kepada ISM code.

The PMS – Planned Maintenance System is a paper /Software based system which allows ship owners and/or operators of a vessel/ship maintenance in intervals according to manufacturers and class/Classification society requirements. The maintenance, primarily supervised by the on board personnel, is then credited towards inspections required by periodic surveys. The planning and scheduling of the maintenance, as well as its documentation, must be made according to a system that is approved by Classification society like Germanischer Lloyd,Lloyd’s Register, Bureau Veritas or Det Norske Veritas etc . All these Classification Societies are memers of IACS “International Association Of Classification Societies Ltd”. Having a Planned Maintenance system on ships is now mandatory as per ISM (International Safety Management Code).

Baca lebih lanjut

Maret 10, 2011 Posted by | arsip lama | | 4 Komentar

Oily Water Separators

An oily water separator (OWS) is a piece of shipboard equipment that allows a vessel’s crew to separate oil from bilge water before the bilge water is discharged overboard.

Bilge water is an almost unavoidable product in ship operations. Bilge water that is generated in proximity to shipboard equipment (such as in the engine room) often contains oil and its direct discharge would result in undesirable transfer of waste oil to the marine environment. By international agreement under the MARPOL convention, most commercial vessels need to be fitted with an oily water separator to remove oil contaminants before bilge water is pumped overboard.

Baca lebih lanjut

Maret 10, 2011 Posted by | arsip lama | | Tinggalkan komentar

cardinal mark

cardinal mark is a sea mark (a buoy or other floating or fixed structure) used in maritime pilotage to indicate the position of a hazard and the direction of safe water.

Cardinal marks indicate the direction of safety as a cardinal (compass) direction (north, east, south or west) relative to the mark. This makes them meaningful regardless of the direction or position of the approaching vessel, in contrast to the (perhaps better-known) lateral mark system.

The characteristics and meanings of cardinal marks are as defined by theInternational Association of Lighthouse Authorities.

Baca lebih lanjut

Januari 17, 2011 Posted by | arsip lama | | Tinggalkan komentar

Basic P2TL/ Colreg, Lights & sharps

Kalau bicara aturan yg paling harus di perhatikan kalau bagi aku di aturan 2 yg bunyi sebagai beikut

ATURAN 2

TANGGUNG JAWAB

a) Tidak ada suatu apapun dalam aturan-aturan ini akan membebaskan tiap kapal atau pemiliknya, nahkoda atau awak kapalnya, atas akibat-akibat setiap kelalaian untuk memenuhaturan-aturan ini atau kelalaian terhadap setiap tindakan berjaga-jaga yang dipandang perlu menurut kebiasaan pelaut atau terhadap keadaan-keadaan khusus dimana kapal itu berada.

b) Dalam menafsirkan dan memenuhi aturan-aturan ini, harus benar-benar memperhatikan semua bahaya navigasi dan bahaya tubrukan serta setiap keadaan khusus termasuk keterbatasan- keterbatasan dari kapal-kapal yang terlibat, yang dapat memaksa menyimpang dari aturan-aturan ini untuk menghindari bahaya mendadak.

Baca lebih lanjut

Januari 15, 2011 Posted by | arsip lama | | Tinggalkan komentar