Info Kapal

Ridwan Garcia blog

AMBEIEN/WASIR

Semua penyakit memang sulit untuk di hindari jika tiba waktunya, dia pasti datang. selama aku kerja dan  kumpul dgn kawan kawan sesama pelaut di atas kapal  banyak ku dapatkan dari mereka  yg  terkena dengan penyakit ini. mungkin kerjanya  terlalu berat buat ABK atau mungkin juga kebanyakan duduk  buat perwira prwiwa diatas kapal saat melaksanakan dinas jaga laut atau mungkin juga karena hal yg lainnya. untuk mengenal lebih jelas lagi tetang ambeien maka aku jabarkan di bawah agar dapat bermanfaat buat para pelaut.
AMBEIEN / WASIR
Apa itu ambeien/wasir? Apa penyebabnya? Gejala klinis, Pengobatan, Pencegahan

Masih ingat iklan di televisi dimana seseorang melubangi tempat duduknya? Ya… siapa yang tahan duduk berlama-lama bila terkena wasir. Walaupun tempat duduknya adalah merek terkenal, dengan jargon ‘Kalau sudah duduk lupa berdiri’.

Apa itu Ambeien / Wasir ?

Ambeien atau wasir dalam istilah kedokteran disebut dengan hemorhoid yaitu suatu kondisi dimana terdapat pelebaran pada pembuluh darah didaerah anus. Pelebaran pembuluh ini umumnya terjadi karena kebiasaan penderita yang sering sulit buang air besar akibat feses yang keras. Sehingga setiap kali buang air besar penderita harus mengejan sehingga meningkatkan tekanan didalam perut yang juga mendorong pelebaran pada pembuluh darah. Feses yang keras tersebut disebabkan oleh pla diet penderita yang tidak seimbang yaitu rendah serat dan tinggi karbohidrat serta lemak.

Rectum dan Anus

Apa penyebabnya ?
Keturunan, anatomi pembuluh daerah anus, diet tidak seimbang, faktor pekerjaan (yang dapat meningkatkan tekanan dalam perut), psikis dan usia (ketuaan) merupakan faktor-faktor resiko penyebab ambeien. Umumnya faktor yang menyebabkan terjadinya ambeien merupakan gabungan dari beberapa faktor resiko diatas.
Pada seseorang yang sebelumnya telah menderita ambeien maka apabila ia mengalami kehamilan hal ini akan dapat mempengaruhi penyakitnya tersebut karena adanya penambahan beban diperut dan juga peningkatan tekanan dalam perut, apabila pelebaran pembuluh darah yang telah ada bertambah besar dengan kehamilan dan dikhawatirkan dapat menghalangi poses persalinan normal maka biasanya diambil tindakan operasi caesar. Demikian pula pada ibu-ibu yang sebelum kehamilan tidak menderita ambeien maka setelah proses melahirkan ia dapat juga menderita penyakit ini karena tekanan yang dialami selama hamil dan selama proses melahirkan, hal ini banyak terjadi pada mereka yang selama hamil mengalami peningkatan berat badan yang sangat banyak dan proses melahirkan yang lama sehingga membutuhkan mengedan yang lama dan panjang.

Gejala Klinis
Gejala klinis yang nyata adalah perdarahan, darah yang keluar berwarna merah segar, tidak bercampur dengan feses. Bila ambeien tersebut bertambah besar maka dapat terjadi penonjolan keluar dari pembuluh darah yang melebar tersebut. Pada awalnya biasanya penonjolan tersebut dapat masuk seendiri kedalam lubang anus namun pada tahap lanjut penderita harus memasukkan sendiri penonjolan tersebut dengan jarinya. Dan akhirnya sampai pada suatu keadaan dimana penonjolan tidak dapat dimasukkan kembali. Kulit di daerah anus dapat mengalami iritasi dan menimbulkan rasa nyeri.

Pengobatan
Kebanyakan penderita ambeien di tahap awal (belum terjadi penonjolan pembuluh darah keluar anus) dapat diobati dengan tindakan lokal dan anjuran untuk memperhatikan dietnya. Dokter akan memberikan obat yang berbentuk peluru yang harus dimasukkan kedalam anus, obat itu bertujuan untuk mengurangi peradangan yang terjadi, membantu mengecilkan pembuluh darah yang melebar dan mengurangi rasa nyeri yang timbul.
Bila dengan pengobatan tidak ada perubahan atau bila telah terjadi penonjolan pembuluh darah keluar anus maka harus dilakukan tindakan operatif uuntuk mencegah perdarahan yang lebih hebat dan komplikasi lainnya. Tindakan operatif yang dilakukan bertujuan untuk mengikat dan mengecilkan penonjolan yang terjadi.
Pencegahan
Untuk mencegah terjadinya ambeien maka harus dihindari faktor-faktor yang menjadi penyebabnya misalnya obstipasi (susah buang air basar), banyak mengkonsumsi diet rendah lemak, banyak mengkonsumsi buah dan sayur, dan minum air minimal 8 gelas perhari. Perlu juga untuk menghindari makanan yang sangat merangsang usus seperti makanan yang pedas atau yang terlalu asam.

 

September 11, 2009 Posted by | macam dan jenis penyakit | | Tinggalkan komentar

MALARIA

MALARIA semua pelaut pasti tahu…ingat dan waspada selalu!!!!!!
Apa itu malaria?Apa penyebabnya?Gejala klinisPengobatan Pencegahan
Nyamuk malaria (anopheles)
Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita malaria cukup besar. Sekitar 10 juta penduduk Indonesia merupakan penderita epidemi ini. Penyakit yang lebih populer di lingkungan pantai di daerah tropis ini, terutama di Papua untuk Indonesia,dan bagi yg memlayari rute atau bekerja di offshore khususnya daera africa, hati hatilah selalu dengan yg satu ini. memang gaji yg di tawarkan lebih besar tapi resiko pun besar, rajin rajinlah minum obat malaria jika tak ingin pulang keluarga anda bersedih ,binatang ini kecil kadang kita tak tahu dia datang dia menyerang lewat gigitan nyamuk Anopheles.

Apa itu malaria?
Malaria adalah penyakit infeksi daerah tropis yang disebabkan oleh parasit. Parasit ini menyerang sel darah merah, dan menyebabkan kematian terbanyak setelah tuberkulosis.

Apa penyebabnya?
Malaria disebabkan oleh protozoa Plasmodium, parasit yang terdiri dari satu sel. Ada 4 spesies yang menyebabkan malaria pada manusia yaitu: P.falciparum, P.vivax, P.ovale dan P.malariae. P.falciparum merupakan penyebab infeksi terbanyak dan paling berbahaya. Penularan malaria paling umum terjadi melalui gigitan nyamuk Anopheles betina.
Sel darah yang rusak karena malaria

Gejala klinis
Gejala biasanya timbul 10 sampai 35 hari setelah masuknya parasit melalui gigitan nyamuk. Gejala awal biasanya berupa demam ringan yang hilang timbul, sakit kepala, nyeri otot dan menggigil, disertai rasa tidak enak badan secara umum (malaise).
Kadang-kadang gejala dimulai dengan menggigil hebat, baru disertai demam. Hal ini berlangsung 2 – 3 hari dan biasa diduga sebagai gejala flu. Gejala penyerta yang lain berbeda-beda tergantung spesies penyebabnya.
Siklus inkubasi malaria
MALARIA VIVAX DAN OVALE
Serangan muncul tiba-tiba berupa menggigil hebat, diikuti berkeringat dan demam yang hilang timbul. Dalam waktu seminggu akan terbentuk pola serangan yang berulang. Awal serangan biasanya ditandai dengan tidak enak badan dan sakit kepala. Demam berlangsung selama 1 sampai 8 jam. Pada saat demam tinggi bisa terjadi delirium atau kesadaran berkabut. Setelah demam menghilang, penderita akan merasa baik sampai timbul serangan berikutnya. Pada malaria vivax, serangan biasanya terjadi setiap 48 jam.
MALARIA FALCIPARUM
Serangan dimulai dengan menggigil. Suhu tubuh penderita naik perlahan-lahan bisa mencapai 40 derajat C, kemudian turun tiba-tiba. Serangan berlangsung selama 20 sampai 36 jam. Penderita biasanya mengalami sakit kepala hebat, mengantuk, mengalami delirium dan bingung. Keadaan penderita secara umum keadaannya lebih buruk dibandingkan malaria ovale. Sebagai komplikasi bisa terjadi gangguan fungsi otak yang disebut malaria serebral. Malaria serebral bisa berakibat fatal dan biasanya mengenai bayi, wanita hamil dan orang-orang yang melakukan perjalanan ke daerah beresiko tinggi. Jarak antara serangan bervariasi antara 36 sampai 72 jam. Di antara serangan penderita tetap mengalami demam ringan, dan merasa tidak sehat.
MALARIA MALARIAE
Serangan mulai tiba-tiba. Serangan mirip dengan Malaria Vivax, tapi jarak antara serangan adalah 72 jam. Bila malaria tidak diobati akan timbul kuning (jaundice) dan terjadi pembengkakan hati dan limpa. Sejumlah kecil parasit yang tidak berhasil diobati dan bertahan dalam darah akan menyebabkan sakit berkepanjangan. Gejala-gejala dari kasus seperti ini adalah sakit kepala yang muncul pada waktu tertentu, tidak enak badan, nafsu makan buruk, kelelahan, dan serangan demam serta menggigil berulang.
Tanpa pengobatan, malaria akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 10 – 30 hari, tapi bisa terjadi kekambuhan dalam interval waktu yang berbeda.
Pada penderita malaria falciparum kronis, terutama yang mendapat pengobatan dengan kina, bisa terjadi komplikasi yang disebut blackwater fever. Hal ini terjadi karena pecahnya sejumlah besar sel darah merah sehingga melepaskan hemoglobin ke dalam aliran darah. Hemoglobin kemudian dikeluarkan dalam urin, mengakibatkan urin berwarna gelap.
Dokter akan menduga malaria, jika seorang penderita mengalami serangan demam dan menggigil berulang tanpa sebab yang jelas. Kecurigaan lebih besar kalau penderita pernah mengunjungi daerah endemis malaria dan ditemukan pembesaran limpa.
Pemeriksaan darah dimaksudkan untuk menemukan parasit malaria dan jenisnya. Penentuan jenis Plasmodium ini penting karena akan menentukan pengobatan, komplikasi dan kemungkinan sembuh penderita.
Pada semua jenis malaria, jumlah sel darah putih normal, tapi jumlah limfosit dan monosit meningkat. Kadar gula darah pada umumnya menurun, dan bisa sangat rendah pada penderita dengan jumlah parasit yang banyak dalam darah. 

Pengobatan
Pengobatan malaria tergantung pada jenis Plasmodium yang menginfeksi. Pengobatan juga ditentukan ada tidaknya resistensi parasit terhadap pengobatan klorokuin di daerah tersebut. Pada infeksi akut oleh Plasmodium falciparum di daerah yang diketahui resisten, maka penderita diobati dengan kina atau kuinidin melalui infus. Infeksi oleh spesies lain jarang resisten terhadap klorokuin, sehingga penderita diobati dengan klorokuin diikuti primakuin.
Yang dapat anda lakukan:
Periksa dokter bila menduga malaria

Tindakan dokter untuk anda :
Periksa darah malaria
Mengobati dengan obat anti malaria. (pada akhir-akhir ini, beberapa spesies dari plasmodium telah kebal terhadap obat-obat anti malaria yang biasa)
Pencegahan
Pencegahan terhadap malaria untuk orang yang tinggal di daerah endemis dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk. Penggunaan insektisida, menggunakan kasa nyamuk pada pintu dan jendela serta kelambu bisa digunakan untuk tujuan tersebut.
Untuk orang yang akan melakukan perjalanan ke daerah malaria, sebaiknya minum obat sebagai pencegahan. Obat diminum seminggu sebelum perjalanan, selama di daerah malaria sampai satu bulan sesudah pulang. Pencegahan yang paling umum adalah klorokuin, sayangnya banyak tempat yang mempunyai plasmodium falciparum yang resisten terhadap obat ini. Obat lain yang bisa digunakan adalah meflokuin dan doksisiklin. Doksisiklin tidak bisa diberikan pada anak-anak.
Aktifitas lain yang disarankan adalah:
Mintalah nasihat dokter/apoteker mengenai obat-obatan pencegahan malaria bila akan mengunjungi daerah endemik. Obat-obat pencegahan malaria harus dimulai sejak 2 minggu sebelum mulai kunjungan, dan dilanjutkan selama kunjungan sampai 4 minggu setelah meninggalkan daerah tersebut
Di daerah endemik, oleskan obat anti nyamuk ke bagian anggota badan anda yang terbuka seperti kaki dan tangan, gunakan kelambu tempat tidur dan hindari jangan pergi ke kebun/hutan di waktu malam.
Semprotkan obat insektisida untuk membasmi tempat pembenihan nyamuk seperti kolam-kolam yang airnya tidak mengalir dan daerah rawa-rawa.
tutup rapat rapat pintu kapal anda jgn biarkan terbuka.
kembalilah pulang dengan sehat dan bugar karena keluarga anda menunggu dirumah

September 8, 2009 Posted by | macam dan jenis penyakit | , | 1 Komentar

AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome

AIDS
Apa itu AIDS?Apa penyebabnya?Gejala klinisPengobatanPencegahan
Ketika AIDS pertama kali terdengar, banyak orang belum ngeh akan penyakit mematikan ini. Juga ketika virus ini menyerang bintang-bintang dunia seperti Rock Hudson dan Freddie Mercury, banyak orang mencibir dan beranggapan penyakit ini merupakan kutukan Tuhan atas dosa-dosa para korban. Tetapi, ketika AIDS menyebar melalui asi ibu penderita kepada bayi-bayi tak berdosa, mata mulai terbuka. AIDS, bisa menimpa siapa saja.

 


Apa itu AIDS ?
AIDS berasal dari Afrika. Awalnya, virus HIV menular lewat monyet dan kemudian berjangkit pada manusia. Dari benua ini, selanjutnya menyebar ke seluruh dunia. Tidak jelas mengapa penyakit ini awalnya banyak ditemukan di pasangan homoseksual.
AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome merupakan sindrom (kumpulan gejala) menurunnya sistem kekebalan tubuh akibat virus HIV. Serangan penyakit yang biasanya tidak berbahaya pun dapat menyebabkan efek yang parah. Jadi, pasien bisa meninggal oleh penyakit biasa, misalnya influensa. Masalahnya, kekebalan tubuh untuk melawan penyakit itu yang tidak ada.

 

Penderita AIDS
Apa penyebabnya ?
Pemakai narkoba
HIV dapat menular melalui hubungan seksual dengan seseorang yang terinfeksi HIV tanpa memakai kondom, anal sex (lewat dubur), melalui alat-alat tajam yang telah tercemar HIV (jarum suntik, pisau cukur, tatto, jarum tato, dll), melalui ibu hamil penderita kepada janin atau bayi yang disusuinya, atau secara langsung (transfusi darah, produk darah atau transplantasi organ tubuh yang tercemar HIV).
Dalam berhubungan seks vaginal, perempuan lebih besar risikonya daripada pria karena selaput lendir vagina cukup rapuh. Disamping itu karena cairan sperma akan menetap cukup lama di dalam vagina, kesempatan HIV masuk ke aliran darah menjadi lebih tinggi. HIV di cairan vagina atau darah tersebut, juga dapat masuk ke aliran darah melalui saluran kencing pasangannya

 

Gejala klinis
Masa inkubasi HIV sangat tergantung pada daya tahan tubuh masing-masing orang, rata-rata 5-10 tahun. Selama masa ini orang tidak memperlihatkan gejala-gejala, walaupun jumlah HIV semakin bertambah. Ketika sistem kekebalan tubuh sudah dalam keadaan parah, ia akan mulai menampakkan gejala-gejala AIDS.
Ada beberapa tahap yang akan dialami seseorang, bila ia terinfeksi HIV-AIDS.
Gejala tahap awalFlu biasa yang akan sembuh beberapa hari kemudian. Pada tahap ini, tes darah masih belum dapat menunjukkan adanya HIV (negatif).
Gejala tahap lanjutanSetelah melewati masa inkubasi (2-10 tahun), seseorang yang terinfeksi HIV akan mengalami:- Demam berkepanjangan- Selera makan menurun- Diare terus menerus, tanpa sebab yang jelas- Pembengkakan kelenjar prostat dan getah bening- Bercak-bercak merah di kulit- Berat badan turun drastis
Gejala tahap akhirSistem kekebalan tubuh menurun, pengidap HIV berkembang menjadi penderita AIDS. Hal ini diketahui dari tes darah penderita.
Gejala AIDS yang muncul, berupa:Radang paru, radang saluran pencernaan, kanker kulit, radang karena jamur di mulut dan kerongkongan, gangguan susunan syaraf, TBC, dll.
Infeksi virus HIV

 

Pengobatan
Sungguh sayang belum ditemukan obat yang benar-benar dapat menyembuhkan AIDS. Obat-obatan berikut berfungsi untuk menghambat tingkat keparahan. Beberapa obat-obatan yang biasa digunakan pada anak-anak adalah zidovudine (AZT), didanosine (ddI), stavudine (d4T), lamivudine (3TC), dan zalcitabine (ddC). Beberapa jenis lainnya yang diujicobakan antara lain saquinavir, ritonavir, indinavir, nevirapine, dan delavirdine
Dengan obat-obat yang ada sekarang 75% anak yang terinfeksi HIV sejak lahir bisa hidup selama 5 tahun dan 50% bertahan hidup selama 8 tahun. Rata-rata usia meninggalnya anak-anak terinfeksi HIV ini masih 10 tahun, tapi semakin banyak anak yang bertahan sampai masa remaja. Pemberian imunoglobulin intravena kadang-kadang dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi. Imunisasi rutin pada bayi dan anak diberikan pada hampir semua anak terinfeksi HIV, dengan atau tanpa gejala. Secara umum vaksin yang berisi bakteri dan virus hidup tidak diberikan. Imunisasi MMR tetap diberikan dengan pertimbangan campak pada anak terinfeksi HIV biasanya sangat parah bahkan fatal. Belum dilaporkan terjadinya efek berbahaya atas imunisasi ini. Pada kondisi kesehatan yang buruk penderita memerlukan pengawasan medis yang ketat, tapi sebaiknya tetap di lingkungan rumah selama masih memungkinkan.
Bila seseorang telah dinyatakan positif terkena HIV maka sebaiknya ia mendapat pengobatan di RS umum pusat yang ada di ibukota negara atau di setiap ibukota propinsi karena disana telah ada tim dokter khusus untuk penanggulangan aids. Adapun bagi yang ingin mendapatkan pengobatan secara spiritual dapat mendatangi :
Yayasan BarzakhJalan Bangka Raya no.18Jakarta INDONESIA 12720Phone: (62-21) 71790355Fax: (62-21) 71790152E-mail: yayasan@barzakh.net Website: http://www.barzakh.net
Di indonesia saat ini ada banyak lembaga swadaya masyarakat yang peduli akan HIV/AIDS yang semuanya dapat dicari melalui http://www.lsm.co.id atau http://www.ngo.co.id/.

 

Pencegahan
Yang Dapat anda lakukan:
Periksa darah anda dan minta bantuan dokter untuk pengobatan anti virus.
Usahakan hidup sesehat mungkin, makan bergizi dan sangat hindari paparan infeksi penyakit apapun karena anda tidak lagi memiliki kekebalan tubuh.
Tidak melakukan hubungan badan, menghindari kehamilan, atau gunakan kondom.
Tidak melakukan donor darah atau organ tubuh lainnya.
Mengikuti kelompok/organisasi AIDS, untuk meringankan beban mental atau berbagi pengalaman.
Tindakan dokter untuk anda:
Memeriksa darah untuk antibodi HIV.
Mengobati gejala-gejala infeksi bila ada.
Memberi resep obat anti virus untuk memperlambat laju infeksi.
Pencegahan:
Hubungan badan hanya dengan pasangan hidup anda yang selalu setia atau menjalani abstinensi (puasa berhubungan seks).
Jangan melakukan hubungan badan dengan pelacur, dan berganti-ganti pasangan.
Gunakan kondom dari latex setiap berhubungan badan (kondom menurunkan resiko infeksi, tetapi tidak dapat mencegah secara total). Kondom yang terbuat dari selaput (membran) binatang terlalu tipis untuk dapat melindungi.
Hindari penyalahgunaan obat dan penggunaan jarum suntik bersama-sama.
Safety prosedur dalam hal pemakaian jarum suntik, donor darah, atau alat lain yang bisa menyebabkan luka. Misalnya pada waktu akan disuntik, mintalah jarum suntik baru. Atau saat ke salon/dokter gigi, pastikan bahwa alat yang digunakan telah disterilkan terlebih dahulu
Bila perlu operasi sebaiknya mintalah tranfusi darah autologous (donor darah untuk nantinya dipakai sendiri)
Tidak memberikan ASI kepada bayi bila ibu menderita AIDS
Sebagai catatan, Infeksi HIV/AIDS tidak dapat ditularkan lewat:
Kontak sosial biasa (berjabat tangan, berpelukan, berciuman).
Makanan/alat-alat makan.
Toilet/kolam renang.
Gigitan nyamuk atau serangga lain.
Donor darah yang bebas virus HIV/AIDS.

September 7, 2009 Posted by | macam dan jenis penyakit | , | Tinggalkan komentar